Bandara Djalaluddin Gorontalo

Pembangunan Terminal Tahap I Bandara Djalaluddin Gorontalo

Bandara Djalaluddin Gorontalo saat ini terus dikembangkan oleh Pemprov Gorontalo. Bandara ini merupakan pintu gerbang utama transportasi udara yang melayani daerah provinsi Gorontalo. Tahun ini Pemprov Gorontalo mendapat alokasi anggaran dari Kementerian Perhubungan RI senilai Rp 107,9 miliar untuk pengembangan bandara Jalaluddin Gorontalo.

Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo memiliki panjang landasan 2500m dengan lebar 45m dan mempunyai kekuatan PCN 41 FCXT. Sedangkan apron memiliki panjang 230m dan lebar 80m. Lokasi dari bandara ini terletak di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.

Saat ini sedang ditawarkan pembangunan kontruksi Terminal Tahap I. Dengan pengembangan Bandara Djalaluddin akan membuat bandara udara ini meningkat dalam kapasitas dan pelayanan ke penumpang dari atau ke bandara ini. Diharapkan pengembangan bandara ini dapat berlangsung sesuai waktu sehingga peningkatakan pelayanan di bandara ini dapat direalisasikan.

Dirjen Perhubungan Udara merencanakan Pekerjaan konstruksi Pembangunan Terminal tahap I Bandara Djalaluddin Gorontalo pada tahun anggaran 2013. Saat ini Dirjen Perhubungan Udara bekerjasama dengan pemprov Gorontalo melakukan tahapan pelelangan sampai batas penawaran akhir tanggal 7 Oktober 2013 oleh LPSE Provinsi Gorontalo. Nilai pagu untuk proyek pembangunan fasilitas pembangunan terminal ini sebesar Rp 29.250.000.000,00

Kategori : Pekerjaan Kontruksi

Kualifikasi : Perusahaan Non Kecil

Sumber Dana : APBN 2013

Diharapkan dengan pembangunan Terminal tahap I Bandara Djalaluddin ini dapat meningkatkan daya tampung penumpang yang menggunakan bandara ini. Kedepan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di provinsi Gorontalo.

Artikel ini merupakan kerjasama Beritadaerah.com dengan Lembaga Pengembangan Bisnis dan Investasi Daerah (LEPMIDA), Contact Person : Deputy Director LEPMIDA : Andreas Tarigan – 081281813781.

(fh/FH/bd)