jalan-di-waingapu

Pembangunan Jalan Sumba Timur

(Berita Daerah – Balnustra) Sumba Timur adalah daerah yang sebagian besar terdiri dari padang savana , bila kita akan mendarat di bandara Umbu Mehang Kunda maka pemandangan bukit-bukit padang savana nampak merata di seluruh Sumba Timur dengan luas wilayah sekitar 7000,5 km2, kecuali daerah sekitar Tarimbang menuju Lewa lebih kurang 60 km Waingapu kearah barat.

padang-savana-waingapu

Saya mendapat kesempatan untuk mengamati bagaimana pembangunan infratstruktur di Sumba Timur. Urat nadi utama infrastruktur yaitu jalan raya sudah dibangun cukup baik, untuk menghidupkan perekonomian jalan-jalan dibangun sebagian dengan aspal namun masih ada jalan kerikil di berbagai area untuk menghubungkan kota dan desa.

perbaikan-jalan-waingapu

sumba2aaaa

Data BPS Sumba Timur menyatakan panjang jalan negara 67,90 km, jalan provinsi 407,72 km, jalan kabupaten 1.101,40 km, sehingga total jalan di Sumba Timur adalah 1.577,02 km yang terdiri dari 68 % jalanan aspal  atau sepanjang 1.071,07 km, 23% jalanan kerikil sepanjang 367,65 km, dan 1% jalanan tanah sepanjang 138,30 km, dan jalanan dalam kondisi baik sekitar  54% atau sepanjang 857,23 km ,kondisi sedang 31% atau sepanjang 486,62 km, untuk kondisi jalan rusak  8% sepanjang 132,67, sedangkan yang kondisinya rusak berat 7% atau sepanjang 98,50 km.

Jalanan yang masih kerikil atau tanah umumnya ada di desa-desa, tanah Sumba Timur terdiri dari batu-batu kerikil yang keras, jadi jalan-jalan yang dibuat sudah mempunyai kematangan, sehingga sering jalan kerikil atau tanah adalah jalan yang keras.

mengejar-sunrise-waingapu

Perjalanan saya menuju pantai Tarimbang yang memiliki keindahan alam yang menarik melewati jalan lintas Sumba yang jalannya bagus, perjalanan hingga sepuluh kilometer  dari kota Wingapu maka saya sampai pada batas kota yang ditandai dengan tugu kuda dengan penunggangnya, tidak jauh dari sini akan terlihat kota Waingapu dari ketinggian.

jalan-di-waingapu

Lima puluh kilometer kemudian akan tiba di pertigaan Simpang Praipaha, bila lurus ke Lewa  sedangkan ke kiri menuju ke desa Bangga Watu atau pertigaan Tarimbang. Selama menuju Tarimbang jalan yang saya lalui adalah jalan-jalan yang mulus, sebagai jalan lintas penghubung ke Sumba Barat, maka jalanan ini adalah jalanan yang mendukung lalu lintas perdagangan di pulau Sumba. Perdagangan adalah penyumbang PDRB terbesar ketiga setelah pertanian dan jasa.

Namun memasuki jalan menuju ke desa Bangga Watu setelah pertigaan Tarimbang nampak jalan masih terdiri dari aspal yang sempit sepanjang satu jam perjalanan, melalui semak-semak sepanjang jalan dan sekitar tiga puluh menit sebelum ke pertigaan Tarimbang, jalanan rusak dan berlubang, namun masih bisa dilalui mobil namun perlu hati-hati jangan sampai terperosok, sebab daerah ini juga tidak ada sinyal handphone lagi.

Perjalanan saya mengelilingi kota Waingapu memberikan kesan  bahwa jalan-jalan sudah terbangun dengan baik, perjalanan ke dermaga, pantai Londa Lima, atau pantai Puru Kambera yang terkenal dengan pantai Cemara memiliki jalan-jalan yang layak dilalui oleh mobil.

Belum semua daerah terhubung dengan baik di Sumba Timur, kecuali melalui kota Waingapu, antar daerah kebanyakan harus melalui kota Waingapu terlebih dahulu baru dapat jalan ke daerah lainnya. Bila saya ingin pergi misalnya dari pantai Mengili tempat menanam rumput laut langsung ke Tarimbang, maka belum ada jalannya, saya harus kembali ke Waingapu dahulu padahal jarak Mengili dan Tarimbang sudah dekat.

Menurut pengamatan saya Sumba Timur masih memerlukan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten, khususnya di pesisir pantai yang umumnya belum terhubung melalui darat selain dari perjalanan laut.

Pemkab Sumba Timur dalam menyusun rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW) untuk tahun 2008 hingga 2028, telah memiliki strategi pengembangan jalan dalam mendukung pertumbuhan wilayah, yaitu :

a) mengembangkan jaringan jalan dalam upaya mewujudkan keterpaduandengan wilayah Kabupaten Sumba Timur sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) di Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya;

b) mengembangkan Jalan Trans Pulau Sumba sebagai Jalan Provinsi yaitu jaringan jalan mengelilingi Pulau Sumba;

c) mengembangkan jaringan jalan, pengembangan sarana angkutan danpengembangan prasarana jalan raya yang mengkases ke pelabuhan;

d) mengembangkan jalan lokal primer yang menghubungkan pusat kabupatendengan pusat sistem perwilayahan;

e) mengembangkan jalan menuju Kawasan Agropolitan Umakahauripan untuk memperlancar pengangkutan hasil-hasil dari kawasan agropolitan;

f) mengembangkan jaringan jalan di wilayah perkotaan Kabupaten SumbaTimur;dang) melakukan pengendalian kemacetan lalu lintas di lokasi-lokasi rawan kemacetan di perkotaan yang ada di Kabupaten Sumba Timur.

Kita harapkan strategi Pemkab Sumba Timur dalam membangun jalan ini akan membuat pengembangan wilayah kabupaten dapat dirasakan oleh semua penduduk yang berjumlah 232.237 menurut data BPS bulan Juni 2013.

fad2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah (Lepmida)

 

 

One comment

  1. diharapkan dengan infrastruktur jalan antar kota di sumba timur bisa meningkatkan geliat ekonomi masyarakat disana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>