Pelebaran-pintuair-karet-210114-RN-9

Pulau Jawa Dinilai Butuh Kereta Super Cepat

(Berita Daerah – Jawa) Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai bahwa sudah saatnya Indonesia, khususnya Pulau Jawa, memiliki kereta api super cepat seperti yang dioperasikan di negara-negara maju Jepang, China, dan Perancis.

Realisasi pengoperasian kereta api super cepat sudah sangat mendesak karena Pulau Jawa membutuhkan alat transportasi darat yang handal dan mengangkut dalam jumlah besar. Perlunya percepatan pengadaan kereta super cepat tersebut selain dapat mengatasi masalah kemacetan, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah itu.

Kereta tersebut tidak perlu secepat Shinkansen (kereta api cepat Jepang). Cukup 100 km per jam saja sudah sangat bagus. Pokoknya harus lebih cepat dari yang sekarang.

Saat ini kecepatan tempuh kereta api Jakarta-Surabaya masih sekitar 5 jam. Jika dengan kereta api super cepat bisa ditempuh dengan hanya sekitar 2 jam.

Pemerintah saat ini sedang merencanakan pembangunan kereta super cepat Jakarta-Surabaya. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek kereta super cepat tersebut diperkirakan mencapai Rp60 triliun-Rp70 triliun yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Jepang.

Saat ini, proyek tersebut sedang memasuki tahap penyelesaian studi kelayakan, dengan alternatif rute yang masih dalam pembahasan yaitu Jakarta-Cirebon-Semarang- Surabaya, Jakarta-Bandung-Cirebon-Semarang-Surabaya, dan rute Jakarta-Cikarang-Bandung-Cirebon-Semarang-Surabaya.

Sekarang ini teknologi kereta super cepat hingga di atas 300 km per jam, sehingga waktu tempuh antara Jakarta dan Surabaya hanya sekitar 2,5 jam.

China saat ini menjadi negara dengan kereta api tercepat di dunia. Mereka terus melakukan inovasi, dan tidak lagi mengembangkan kereta api cepat jarak dekat, tapi sudah kereta jarak jauh ribuan kilometer.

Digambarkan, kereta api di China dengan rute Beijing-Shanghai dengan jarak sekitar 3.000 kilometer bisa ditempuh dalam waktu sekitar 4-5 jam atau setara dengan Jakarta-Medan.

Meski begitu, realisasi pengoperasian kereta api super cepat di Tanah Air masih sulit, karena dibutuhkan pembangunan kereta baru yang relatif lurus. Saat ini jalur kereta di Indonesia masih merupakan peninggalan Belanda yang relatif berkelok atau tidak cocok untuk jalur kereta super cepat. Fisik rel pun harus lebih lebar dari sekarang, ditambah keharusan pembebasan lahan dalam jumlah besar.

Terkait rencana Pemerintah tersebut, BUMN belum mendapat penugasan untuk ikut didalamnya. Sementara itu jika implementasi pembebasan lahan menjadi kendala, maka jalurn yang dibangun di atas laut bisa menjadi solusi alternatif.

Sementara itu, Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyiapkan empat rute baru yang menghubungkan kota-kota utama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Empat rute baru tersebut rencananya akan dioperasikan mulai bulan Februari 2014. Oleh karena itu, PT KAI akan menambah perjalanan kereta api untuk melayani empat rute baru di wilayah Jateng dan DIY.

Empat rute baru tersebut terdiri dari Kroya-Lempuyangan-Purwokerto yang akan menggunakan perpanjangan rute KA Serayu Malam, rute Lempuyangan-Kutoarjo pergi pulang (pp) akan dilayani KA Ajisaka, rute Purwokerto-Tegal-Semarang pp dilayani KA Kamandaka, dan rute Purwosari-Solo-Semarang pp menggunakan KA Kalijaga.

KA Ajisaka, KA Kamandaka, dan KA Kalijaga merupakan rangkaian KA baru kelas ekonomi AC (berpenyejuk udara) nonsubsidi atau non-PSO (Public Service Obligation). Tarif dipastikan akan terjangkau oleh masyarakat, setidaknya berimbang dengan tarif bus, namun waktu tempuhnya lebih cepat.

KA Serayu Malam yang selama ini melayani rute Purwokerto-Kroya-Bandung-Jakarta pp khusus untuk rangkaian KA yang diberangkatkan dari Jakarta akan diperpanjang hingga Lempuyangan. Dengan demikian, untuk sementara KA Serayu Malam yang diberangkatkan dari Jakarta tidak lagi melayani penumpang tujuan Purwokerto.

Sesampainya di Kroya pukul 05.52 WIB, KA Serayu Malam dari Jakarta akan diberangkatkan ke Lempuyangan. Dari Lempuyangan, rangkaian KA tersebut akan dijalankan ke Purwokerto dan selanjutnya akan diberangkatkan kembali seperti biasa pada pukul 16.30 WIB sebagai KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Kroya-Bandung-Jakarta.

Perpanjangan rute KA Serayu Malam sampai Lempuyangan ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cilacap bagian barat seperti Sidareja, Gandrungmangu, Kawunganten, dan Maos yang akan bepergian langsung ke Yogyakarta di pagi hari.

Sementara untuk KA Kamandaka yang melayani rute Purwokerto-Tegal-Semarang pp, kata dia, mulai beroperasi pada pertengahan bulan Februari 2014 dengan rangkaian delapan gerbong kelas ekonomi AC dan tarif non-PSO.

KA Kamandaka direncanakan akan berhenti di Stasiun Bumiayu, Slawi, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan dengan waktu tempuh Purwokerto-Semarang sekitar 4,5 jam. KA Ajisaka yang melayani rute Lempuyangan-Kutoarjo pp akan mulai beroperasi pada awal bulan Februari 2014 dengan membawa rangkaian delapan gerbong kelas ekonomi AC.

Pengoperasian KA yang melayani empat rute baru di Jateng-DIY merupakan bagian dari 16 perjalanan KA baru di seluruh Jawa yang rencananya akan diluncurkan PT KAI dalam bulan Februari 2014. Rangkaian KA baru tersebut di antaranya KA Maharani yang melayani rute Surabaya-Cepu, KA Kiansantang rute Bandung-Cianjur, dan KA Sarangan rute Surabaya-Madiun.

(et/EA/BD)

Pic: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>