Sumsel

Sumatera Selatan Menanti Investor

Provinsi Sumatera Selatan memiliki pertumbuhan ekonomi melebihi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2013 lalu yaitu sebesar 5,98 persen. Provinsi Sumatera Selatan menyimpan potensi yang sangat besar dari sumber daya alam dan menjadi salah satu sektor utama penggerak perekonomian di Sumatera Selatan.

Provinsi Sumatera Selatan yang dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya ini diprediksi akan menjadi salah satu provinsi yang menjadi penyumbang terbesar bagi pembangunan nasional. Hal tersebut didorong dengan potensi Batubara di Sumatera Selatan yang begitu besar dan bahkan dikatakan menjadi lumbung energi bagi Indonesia.

Tidak hanya batubara, Sumatera Selatan juga memiliki sumber energi lainnya seperti minyak bumi, gas bumi, gas CBM, mikrohidro dan biomasa. Potensi sumber daya energi yang dimiliki provinsi ini meliputi minyak bumi dengan total cadangan diperkirakan sebesar 5.034,082 MSTB, cadangan gas bumi 7.238 BSCF tersebar di tiga kabupaten dan cadangan batubara sebesar 18,13 milyar ton.

Potensi energi lainnya berdasarkan Master Plant Provinsi Sumatera Selatan 2006-2025 yaitu potensi terduga Coal Bed Metahane (CBM) sebesar 120 tcf, potensi energi air kapasitas dibawah 10 Mw yang tersebar di daerah dataran tinggi bagian Barat, potensi mikrohidro mencapai 10.238 Kw. Sedangkan untuk biomasa dengan luas lahan kehutanan yang mencapai 53%, perkebunan 28% serta pertan yang mencapai 7,5%, potensi biomasa dari limbah ini diperkirakan mencapai 16.034,24 GWh.

Komoditas unggulan lainnya dari Sumatera Selatan yaitu kelapa sawit dan karet. Seperti diketahui pemerintah Indonesia ingin terus mengembangkan kelapa sawit karena dapat menjadi sumber energi alternative bagi bahan bakar minyak (BBM), selain juga produk kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia sangat diminati oleh dunia internasional.

Untuk karet diprediksi akan terus meningkat permintaanya didorong dari pertumbuhan industri otomotif yang membutuhkan karet untuk pembuatan ban dan komponen otomotif lainnya. Potensi dari sektor perkebunan ini dapat menjadi sebuah pilihan untuk berinvestasi di wilayah Sumatera Selatan.

Untuk sektor infrastruktur di Sumatera Selatan terdapat Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, pelabuhan Boom Baru di Kota Palembang dan pada saat ini sedang dilakukan pembahasan untuk pengembangan pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Api-Api. Sedangkan untuk jalur transportasi darat terdapat jalur rel kereta api yang akan memaksimalkan distribusi batubara.

Sumatera Selatan memiliki jumlah penduduk mencapai 7,9 juta jiwa dengan upah minimum Provinsi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp1.825.000. Tentu ketersediaan tenaga kerja dan besaran upah minum menjadi sebuah pertimbangan bagi para investor untuk mau berinvestasi di suatu daerah.

Wilayah Sumatera Selatan diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan rencana pemerintah untuk membangun jalan tol trans Sumatera pada tahun 2014 ini. Pembangunan jalan tol trans Sumatera itu berasal dari pembiayaan konsorsium dengan nilai mencapai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 100 triliun. Dengan keberadaan jalan tol trans Sumatera itu akan meningkatkan konektivitas antara Pulau Sumatera dengan Pula Jawa.

Kekayaan alam yang beragam membuat pemerintah provinsi terus melakukan pembenahan, dan saatnya Sumatera Selatan menanti masuk ke provinsi ini. Realisasi investasi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2013 dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,4 triliun. Sedangkan realisasi investasi Sumatera Selatan yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 485,9 juta dolar AS.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD-Bappenas
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>