Indonesia Masih Butuh Tambahan Energi Listrik

(Berita Daerah – Nasional) Perekonomian Indonesia yang pada saat ini sedang tumbuh harus didukung dengan ketersediaan sumber energi yaitu salah satunya adalah energi listrik. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produksi dan mendorong akselerasi perekonomian nasional.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia masih memerlukan tambahan daya listrik sebesar 100.000 Mega Watt agar dapat meningkatkan sektor industri dalam negeri. Seperti diketahui jika pada saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan listrik sehingga sering terjadi pemadaman di berbagai daerah di Indonesia yang tentunya dapat mengganggu kegiatan produksi.

Lutfi di Jakarta, Kamis (4/9) mengatakan jika Indonesia membutuhkan daya energi listrik sebanyak 100.000 Mega Watt, hal tersebut didorong dengan kondisi pasokan listrik pada saat ini yang tidak akan mencukupi untuk menjadikan Indonesia menjadi bagian dari sektor produksi.

Ketersediaan listrik menjadi sangat penting dan stategis untuk menjalankan proses produksi. Seperti contohnya di wilayah Ambon membutuhkan pasokan energi listrik karena dapat memiliki industri hulu-hilir pada sektor perikanan, wilayah Kalimantan untuk produksi metal, dan wilayah Sulawesi yang seharusnya juga mampu memiliki industri petrokimia. Potensi unggulan daerah itu seharusnya dapat dimanfaatkan jika ketersediaan pasokan listrik dalam negeri mampu mencukupi.

Selain itu Lutfi mengungkapkan jika terdapat informasi yang menyebutkan untuk dapat menambah pasokan listrik di dalam negeri maka harus bisa memanfaatkan potensi listrik yang berasal dari sumber panas bumi atau geothermal. Indonesia sendiri dinilai kaya akan energi geothermal dengan potensi mencapai 40 persen dari cadangan energi panas bumi dunia.

Namun dengan potensi panas bumi yang besar tersebut saat ini Indonesia baru dapat memanfaatkannya sebesar 1.300 Mega Watt. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi energi panas bumi nasional masih tersedia sangat banyak dan untuk dapat memanfaatkannya dibutuhkan pengorbanan yang cukup besar.

Pengorbanan yang dimaksud adalah terkait dengan letak energi panas bumi Indonesia yang terletak di daerah sensitif seperti hutan lindung atau cagar alam. Kondisi tersebut semakin mempersulit untuk melakukan eksplorasi panas bumi karena hutan lindung tidak diperbolehkan untuk dijadikan area eksplorasi, namun begitu sesungguhnya lahan yang dibutuhkan untuk eksplorasi tidak terlalu besar.

Lutfi mengungkapkan jika konsumsi listrik Indonesia per kapita pada saat ini hanya mencapai 216 watt, nilai ini masih terbilang sangat kecil untuk negara kelas menengah dengan konsumsi listrik yang mencapai 600 watt dan apabila dibandingkan dengan negara Jepang maka Indonesia tertinggal jauh karena Jepang memiliki tingkat konsumsi listrik yang mencapai 2.000 watt per kapita.

Berdasarkan data pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), hingga akhir tahun 2013 lalu kapasitas pembangkit listrik mencapai 34.205 Mega Watt. Pembangunan pembangkit listrik tidak hanya dilakukan oleh PLN, namun juga oleh swasta yang turut menambah jumlah kapasitas listrik sebesar 11.898 MW, dengan begitu total kapasitas listrik terpasang skala nasional mencapai 46.103 MW yang dihasilkan dari 5.765 pembangkit.

Pasokan energi listrik menjadi sangat penting karena Indonesia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dan ditambah dengan keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produksi dengan mengandalkan sektor industri. Dengan ketersediaan energi listrik juga akan menjadi daya tarik untuk berinvestasi di Indonesia sehingga dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*