Rempah-Rempah

Maluku Utara Tuan Rumah Lokakarya Rempah Nasional, Siap Mengembalikan Kejayaan Rempah

(Berita Daerah – Maluku) Dewan Rempah Indonesia pada bulan September lalu mempercayakan Maluku Utara menajdi tuan rumah pada lokakarya rempah nasional. Lokakarya Rempah Nasional ini akan digelar pada 20-22 Oktober 2015 dan rencananya akan dihadirkan 22 pakar rempah baik dalam maupun luar negeri sebagai narasumbernya. Selain itu juga akan menghadirkan para pembicara dan juga petani yang menguasai benar akan pengembangan rempah-rempah di wilayah Maluku Utara.

Adapun tempat Lokakarya ini yang mengambil tema “Revitalisasi Pembangunan Rempah Indonesia dalam Pengembangan Integrasi Hulu Hilir” akan diselenggarakan di berbagai tempat yang mengandung sejarah seperti area cengkeh tertua di dunia yaitu Afo di kelurahan Tongole dan juga di benteng peninggalan kolonial.

“Saat ini memang terjadi pergeseran nilai, di mana para petani rempah dianggap miskin dan tidak memiliki kemampuan ekonomi dibanding dengan pekerjaan lain. Saya dalam kapasitas sebagai pemimpin perusahan daerah Kieraha akan memprogramkan sekitar 300 hektare lahan pertanian yang akan dimaksimalkan dalam pemenuhan rempah-rempah bagi peningkatan ekonomi para petani,” kata Syamsir Andili, Ketua Umum DRI Wilayah Maluku Utara, di Ternate, Rabu (7/10), kepada media.

Untuk diketahui bahwa saat ini Indonesia bukan lagi menjadi negara utama penghasil (produsen) rempah di dalam perdagangan rempah dunia. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran nilai yang berpikir bahwa menjadi petani rempah-rempah tidak akan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan hidup bila dibandingkan dengan petani yang lain.

Syamsir menyampaikan melalui momen ini hendak melakukan semaksimal mungkin untuk membukakan pola pikir petani Maluku Utara dengan menjadi petani rempah-rempah agar dapat meningkatkan perekonomian hidup mereka. Melalui program DRI ini sangat diharapkan dapat membuka pintu untuk menuju pasar dunia bagi peningkatan penjualan hasil rempah-rempah serta dapat mengembalikan lagi kejayaan rempah-rempah bukan hanya yang ada di Maluku Utara saja, tetapi juga di Indonesia

Untuk itu, Rifda Amarina, sebagai Ketua Bidang Promosi Rempah DRI (Dewan Rempah Indonesia) Pusat akan mengupayakan kehadiran Menko Perekonomian sebagai narasumber utama dan juga memberikan masukan kepada pemerintah pusat untuk penguatan teknologi dalam budidaya, penanganan pasca panen dan industri dalam rangka penguatan produksi rempah-remaph yang berkualitas dan berkelanjutan.

 

Raysa Santosa/Journalist/BD
Editor : Riris Juanita
image : ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>