Jepang Masih Jadikan Indonesia Tujuan Investasi

(Berita Daerah – Nasional)  Investor Jepang masih menjadikan Indonesia sebagai daerah tujuan investasi, terlepas dari keputusan pemerintah Indonesia yang memilih Tiongkok sebagai mitra dalam membangun kereta cepat tidak membuat investor Jepang menarik diri. Hal ini terlihat dari kunjungan dua Gubernur Prefektur Jepang yang melakukan misi investasi sekaligus menyampaikan apresiasinya terhadap layanan investasi di Indonesia dalam 1-2 bulan terakhir.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani juga telah menerima kunjungan Gubernur Prefektur Aichi Hideakhi Ohmura dan Gubernur Prefektur Okoyama Ryuta Ibaragi di kantor BKPM. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Okoyama menyampaikan minat dari perusahaan-perusahaan industri komponen asal Prefektur Okoyama untuk melakukan ekspansi ke Indonesia.

Franky, Selasa (20/10) mengatakan jika kunjungan Gubernur Prefektur tersebut menunjukkan minat berinvestasi Jepang di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data BKPM periode 22 Oktober 2015 hingga 9 Oktober 2015 tercatat minat dan komitmen investasi Jepang mencapai 22,6 miliar dolar AS.

Dari jumlah tersebut yang sudah memiliki izin prinsip mencapai 10,1 miliar dolar AS dengan jumlah proyek mencapai 8 proyek. Sementara minat yang dikategorikan serius nilainya mencapai 3,06 miliar dolar AS dari 19 proyek yang diharapkan dapat segera direalisasikan menjadi izin prinsip.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Aichi, Franky menyampaikan bahwa proses perbaikan terkait kebijakan layanan investasi di Indonesia antara lain, pelayanan izin investasi 3 jam dan kebijakan pengupahan buruh yang lebih pasti. Selain itu juga ada beberapa layanan yang dapat dimanfaatkan oleh investor Jepang seperti diantaranya Japan Desk yang ada di BKPM, serta tim marketing officer yang ditugaskan khusus untuk memfasilitasi dan membantu investor Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu Gubernur Prefektur Aichi Hideakhi Ohmura menyampaikan minat investasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayahnya untuk melakukan ekspansi ke Indonesia. Selama lima tahun terakhir, tercatat 164 perusahaan atau sebanyak 200 pabrik berasal dari Prefektur Aichi yang beroperasi di Indonesia.

Jumlah perusahaan tersebut meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan kondisi pada lima tahun silam. Bahkan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yaitu Toyota sudah melakukan beberapa kali perluasan dan saat ini sedang membangun industri mesin otomotif di Jawa Barat yang ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2016 mendatang.

Selain Toyota, perusahaan lain asal Prefektur Aichi yang ada di Indonesia juga akan mengerjakan proyek MRT. Perusahaan tersebut juga akan menyediakan 96 kereta bawah tanah yang akan bekerja sama dengan perusahaan lokal. Perusahaan manufaktur lain dikabarkan juga akan masuk ke Indonesia, sehingga diharapkan BKPM bisa membantu dan melakukan penyederhanaan perizinan.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Riris Juanita
image: ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*