Project Update Berita Daerah 30 Oktober 2015

Dalam program project update Marubeni Corp akan membangun pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1 gigawatt senilai US$2 miliar atau Rp 27 triliun di Cirebon, Jawa Barat. Pembangunan pembangkit listrik yang juga melibatkan empat mitra tersebut bertujuan memenuhi peluang membesarnya permintaan akan listrik. Lima pihak yang terlibat pembangunan yakni Marubeni, PT Indika Energy Tbk., Samtan Co. asal Korea Selatan, Korea Midland Power Co., dan Chubu Electric Power asal Jepang. Marubeni Corp sudah menandatangani kontrak berumur 25 tahun dengan perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara untuk menjual listrik yang dihasilkan pembangkit.

Perusahaan energi GE Electric asal Amerika Serikat menjalin lima kerja sama senilai total UUS$1,685 miliar atau Rp22,75 triliun (kurs Rp13.500 per dolar AS) dengan sejumlah perusahan Indonesia. Lima proyek tersebut bernilai total US$1,685 miliar. Proyek pertama pembangunan 100 MW gas turbin dan cydepower di Gorontalo, kedua investasi sebesar US$600 juta untuk perluasan pembangunan pembangkit listrik (IPP). Ketiga pembangunan pembangkit di Jawa Tengah sebesar 700 MW senilai US$400 juta. Keempat, pembangunan pembangkit bergerak (mobile) 500 MW di Mataram, Bangka, Tanjung Jabung, Pontianak, Lampung dan Sei Rotan. Kelima, dengan PT Kereta Api senilai US$60 juta untuk perawatan 50 lokomotif selama 8 tahun.

PT PG Rajawali II akan merevitalisasi tiga pabrik gula (PG) dengan kebutuhan investasi sekitar Rp520 miliar. Direktur Utama PG Rajawali II Agus Siswanto mengatakan revitalisasi direncanakan bertahap mulai dari PG Subang, lalu ke PG Tersana Baru dan PG Sindang Laut yang berlokasi di Jawa Barat.

Perusahaan manufaktur AS yang akan ekspansi bisnis di Indonesia, yakni Coca Cola sebesar US$500 juta, Cargill US$666 juta, Caterpillar US$12 juta, Crane Currency US$10 juta, dan Jarden Zinc US$30 juta.  Dengan komitmen investasi tersebut, Coca Cola berencana memperluas dan meningkatkan produksi, pergudangan, distribusi, dan infrastruktur minuman ringan dalam periode 2015-2018. Sedangkan Caterpillar berencana membangun fasilitas remanufacturing untuk Cylinder Head di Cileungsi, Bogor. Adapun Crane Currency dan Jarden Zinc digandeng oleh Perum Peruri untuk membangun pabrik pengaman uang kertas di Karawang.

Yohan/Jurnalis/VM/BD
Editor : Riris Juanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*