Jaga Kelestarian Jepara, Pemkab Jepara Batasi Pembangunan Hotel

(Berita Daerah – Jepara) Pemerintah Kabupaten Jepara akan melakukan pembatasan perijinan pembangunan hotel (penginapan) untuk Karimunjawa. Pembatasan ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Jepara untuk menjaga kelestarian alam di Karimun agar tidak seluruh kawasannya berdiri bagunan megah, demikian disampaikan Bupati Jepara Ahmad Marzuki, yang dikutip dalam laman Jepara.go.id, Selasa (19/1).

Keputusan yang diambil Pemkab Jepara didorong karena seiring semakin meningkatnya popularitas kawasan Karimunjawa dan juga banyak investor yang masuk untuk membangun hotel mewah di kawasan terluar Kabupaten Jepara itu.

“Pembatasan pembangunan hotel di kawasan Jepara sangat diperlukan. Jangan sampai adanya hotel hotel mewah tersebut justru merusak keberadaan ekosistem atau lingkungan di sekitar Karimunjawa. Kami instruksikan SKPD terkait untuk menata ijin bangunan hotel di sana,” demikian Ahmad Marzuki mejelaskan.

Wisatawan yang datang ke Karimunjawa ingin mengeksplor kawasan wisata pantai alami di kepulauan tersebut, termasuk di sepanjang pesisir pantai dan perbukitan. Jika kawasan ini sudah berdiri banyak bangunan mewah tanpa adanya penataan dan perencanaan, dikhawatirkan akan mengancam kawasan hijau yang ada di sana.

Pemkab Jepara juga terus berupaya untuk dapat mengatur agar bangunan-bangunan yang telah ada tidak merusak alam yang tersajikan di daerah ini.

Sekalipun juga tidak memungkiri bahwa saat ini tanah di Karimunjawa sudah banyak dikuasai perorangan, namun bupati menekankan pihaknya memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban dan pengendalian.

Hingga saat ini, pemerintah telah membangun berbagai sarana infrastruktur yang ada di Karimunjawa. Tahun ini wilayah Kabupaten Jepara itu dikucuri anggaran mencapai Rp 8 milyar khusus untuk perbaikan jalan. Dengan dana tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Jepara dapat menjalankan langsung program rencana daerah untuk melaksanakan pembangunan atau perbaikan jalan.

Perbaikan infrastruktur jalan yang menghubungkan Bandara Dewadaru dengan wilayah Desa Karimunjawa di nilai penting guna mendorong kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Sebab jalur itu merupakan satu-satunya jalur darat yang bisa dilewati baik dari bandara maupun sebaliknya. Jalur itu juga menjadi jalur pariwisata darat, yakni untuk menuju beberapa destinasi wisata darat seperti hutan mangrove Karimunjawa, pantai Ujung Gelam, Pantai Anora, sampai Makam Sunan Nyamplungan.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
image : Jepara.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*