Kepulauan Meranti Membuka Peluang Investasi Listrik bagi Investor

(Berita Daerah – Riau) Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Irwan Nasir, memberi sinyal kepada investor swasta yang ingin berinvestasi sektor kelistrikan di daerah ini.  Rencana itu untuk memaksimalkan pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat yang telah menjadi kebutuhan primer.

“Hal itu diperlukan untuk mengatasi masalah listrik, kedepan kita akan bekerjasama dengan investor untuk mengadakan daya listrik sebesar 30 Mega Watt (MW) berbahan bakar Gas,” ungkap Bupati Irwan, saat meninjau Pembangkit Listrik PLN di Jalan Yos Sudarso Selat Panjang, yang dikutip dalam laman infopublik.id, Selasa (22/3).

Pihak investor swasta akan membangun pembangkit, sedangkan PLN akan membeli daya dari mereka untuk disalurkan kepada pelanggan, guna mencukupi kebutuhan daya listrik masyarakat Kepulauan Meranti, mulai dari desa  hingga ke kota.

Perbaikan pada pembangkit listrik milik Pemda sedang dilakukan, karena telah  mengalami overhaul dengan kapasitas total 700 KVA, akibatnya terjadi defisit daya listrik. Saat ini, perbaikan mesin tersebut tengah memasuki proses lelang, jika tidak ada halangan awal Juli nanti masalah listrik bisa diatasi.

Permasalahan defisit daya listrik telah sampai ke Bupati saat peninjauan ke fasilitas pembangkit listrik yang dikelola PLN Rayon Selat Panjang.  Irwan juga akan memastikan permasalahan listrik itu bisa dituntaskan sebelum Rahmadan.

Pihak PLN juga memaparkan berbagai masalah listrik yang dihadapi PLN Rayon Selat Panjang sehingga pemadaman bergilir masih dilakukan terhadap pelanggan. Memang kemampuan daya listrik PLN Rayon Selat Panjang berkisar 8,6 MW, sementara kebutuhan listrik pada beban puncak mencapai 11 MW. Sehingga PLN mengalami defisit 2.3 MW.

Hal ini perlu diantisipasi lebih dahulu, maka Pemkab Kepulauan Meranti akan berkoordinasi terus dengan pihak PLN Selatpanjang dalam rangka meningkatkan kemampuan daya layanan. Walaupun pihak PLN  saat ini tengah melakukan instalasi beberapa unit mesin dengan kapasitas 2 MW. Jika mesin itu telah terpasang dan beroperasi, maka mampu menutupi defisit listrik yang sedang terjadi.

Angin segar yang sedang ditawarkan ke pihak swasta perlu didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan sejumlah insentif seperti penyederhaan perizinan, dan itu dapat dilakukan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : infopublik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*