Provinsi DIY Meminta BUMN Energi Menjamin Energi Listrik dan BBM

(Berita Daerah – Jawa) Peranan dari Komisi VI DPR RI mengharapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Energi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan peningkatan pelayanan, penjaminan stok atau cadangan energi listrik maupun BBM.

Wakil Ketua Komisi VI Dodi Alex Noerdin mengatakan bahwa BUMN Energi harus memastikan bahwa masyarakat mendapatkan secara adil dan merata baik energi listrik maupun BBM.  Guna memaksimalkan peran tersebut, maka BUMN harus dikelola berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), secara konsisten dan berkesinambungan, yang dikutip dalam laman infopublik.id, Selasa (5/4).

Dodi, saat dibawah kepemimpinannya di Tim Komisi VI, telah mengadakan pertemuan antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Perta­mina perwakilan Yogyakarta, ditegaskan juga bahwa energi sudah mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi DIY, yakni dengan peningkatan pelayanan, penjaminan stok energi baik itu listrik maupun BBM.

Dodi mengatakan bahwa kebutuhan energi Indonesia akan selalu meningkat seiring dengan meningkatnya wilayah hunian dan industri di Indonesia.  Dengan demikian, konsumsi listrik di Indonesia yang begitu besar, akan mempengaruhi bertambahnya jumlah bahan bakar yang dibutuhkan. Sementara itu, sebagian besar pembangkit yang digunakan di Indonesia merupakan pembangkit yang bahan bakarnya tidak dapat diperbaharui.

Dalam mengatasi permasalahan ini, solusi yang efektif yang diberikan pemerintah yakni dengan pemadaman listrik secara bergilir guna penghematan daya. Namun demikian, solusi ini sebenarnya dipandang kurang tepat karena bersifat merugikan konsumen terutama pada industri rumah tangga dan hunian.

Di sinilah peran dari energi baru dan terbarukan, baru diperlukan. Provinsi DIY sendiri telah melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) oleh PT UPC Yogyakarta Bayu Energi di Pesisir Selatan Kabupaten Bantul. Dimana proyek PLTB ini mampu menghasilkan kapasitas terpasang sebesar 50 MegaWatt. Perhitungan untuk estimasi 1 MW pembangkit listrik dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk 1.000 rumah (rata-rata 1.000 watt per rumah), sehingga total PLTB ini akan mampu memasok listrik untuk 50.000 rumah hunian.

Pemanfaatan energi baru terbarukan ini menjadi penting mengingat bahwa hingga akhir 2015, sebanyak 238 dari total 5000-an dusun di DI Yogyakarta belum dapat menikmati aliran listrik. Rasio elektrifikasi di DI Yogyakarta per Juni 2015 yakni 86,28. Rasio ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2014 sebesar 82,62 dan tahun 2013 sebesar 80,55.

Pembangunan PLTB ini akan memberikan dampak bagi pusat pengembangan ekonomi baru, menambah tata guna lahan yang akan memberikan manfaat bagi pengguna lahan saat ini, menjadi tujuan wisata yang unik yang akan menjadikan Kabupaten Bantul dan DIY sebagai pusat eco pariwisata dan pusat pendidikan energi bersih dan terbarukan di Indonesia.

Sedangkan yang terkait dengan pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) telah memasarkan Pertalite di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berimbas pada penurunan konsumsi BBM Premium. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini di wilayah Jawa Tengah dan DIY sudah ada kurang lebih 170 SPBU yang menyediakan Pertalite. Jumlah ini masih akan terus meningkat.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*