HARGA BAWANG MERAH MELONJAK

Bulog Bantu Stabilkan Harga Bawang Jelang Puasa

(Berita Daerah – Jakarta) Jelang bulan puasa dan lebaran, harga barang komoditi seperti cabai, bawang merah menjadi barang yang langka karna harganya yang cukup tinggi.  Juga karena adanya permainan harga yang dilakukan oleh pedagang besar.

Dalam menanggulangi ini, Kementerian Pertanian telah menyiapkan stok bawang merah di gudang Bulog sebanyak 300 ribu ton untuk mengantisipasi komsumsi bawang merah jelang bulan puasa yang sudah mendekat. Maka kembali dilakukan operasi pasar (OP) ke pasar tradisional setiap harinya, untuk menjaga stabilitas harga agar tetap stabil hingga Idul Fitri nanti.

Mengutip dari laman infopublikid, Senin (16/5), Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas truk operasi pasar di gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta mengatakan bahwa harga bawah merah di pasaran saat ini sudah berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Kementan-Bulog melakukan operasi pasar dengan harga maksimal Rp 25 ribu per kilogram baik pada konsumen akhir maupun pada pedagang pasar. Perbedaan harga yang tinggi diantaranya karena sistem distribusi yang masih belum tertata baik.

Bulog, kini dapat menjadi akses pedagang besar baru tapi milik pemerintah, dimana Bulog berperan sebagai pionir dalam memangkas rantai pasok bawah merah dalam jangka panjang, walaupun tidak masuk ke sentra-sentra produsen tanpa harus mendistorsi skema pasar yang selama ini sudah terbentuk.

Sekitar 300 ribu ton bawang telah dibeli Bulog untuk melakukan operasi pasar. Setiap hari bawang ini akan digelontorkan ke pasar untuk menjaga harganya  tetap stabil hingga Idul Fitri nanti. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi akan kenaikan harga bawang yang terlalu tinggi, seperti tahun tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sudjono Kamino, mengatakan bahwa dalam rangka pelaksanan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) yakni Presiden Jokowi inginkan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil, termasuk di antaranya bawang merah.

Spudnik mengatakan bahwa setelah diperhitungkan atas kebutuhan akan bawang merah,  hanya dengan 12.600 ton saja, itu  sudah cukup mencukupi kebutuhan pasar akan bawang merah sampai Lebaran.  Seperti, di Pasar Induk (Kramat Jati) setiap hari dikirim 20 truk,  di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Cibitung 10 truk sehari, dan pasar lain di Jawa Barat dan Banten.

Nantinya, bawang merah akan dijual maksimal seharga Rp 25.000 per kg. Baik pada konsumen akhir maupun pada pedagang pasar. Selama ini Pedagang besar sangat dominan dalam mengendalikan harga dan pasokan, tetapi Bulog telah mengambil peran sebagai stabilitator untuk mengendalikan harga bawang merah di pasaran. Selain itu juga untuk tiga komoditas utama target swasembada yaitu beras, jagung, dan kedelai.

Bulog dalam mendapatkan stok bawang merah sebanyak 300 ribu ton, itu berasal dari 13 sentra bawang merah nasional yaitu Bima, Cirebon, Majalengka, Garut, Brebes, Ngantang (Malang), Nganjuk, dan lainnya. Dan dari stok bawang merah ini dioper ke pasar induk di Jabodetabek dan sekitarnya.

 

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : bd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*