Mentan Optimis Indonesia Dapat Swasembada Jagung Tahun 2018

(Berita Daerah – Banten) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meresmikan peluncuran alat mesin pertanian serba guna di areal sawah Balai Besar Mekanisasi Pertanian Balitbangtan Kementan  di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/6).

Dalam acara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menargetkan dapat swasembada jagung pada tahun 2018, dan optimis tahun 2017 pemerintah tak perlu lagi impor jagung.

Sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor jagung sebanyak 2,4 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak pada 2016. Impor itu akan direalisasikan secara bertahap sebanyak 200 ribu ton setiap bulan. Impor tahun depan hanya mencapai 30% dari total kebutuhan jagung nasional yang mencapai 8,6 juta ton per tahun atau sekitar 665 ribu ton per bulan.

“Impor jagung sampai saat ini turun 47 persen, turun jika dibandingkan tahun lalu. Sekarang impornya hanya 800 ribu ton, kalau terus dipertahankan (impor) turun 50 persen maksimal,” kata Amran yang dikutip dari laman infopublik.id, Kamis (23/6).

Selain lewat program integrasi jagung dengan sawit, serta jagung dengan karet, program mekanisasi pertanian pada tanaman jagung dapat menambah keyakinannya mencapai sasaran tersebut.

Amran menyebutkan, pihaknya terus menggenjot produksi jagung dalam negeri, salahsatunya lewat program integrasi sawit-jagung. tahun 2016, ditargetkan ada tambahan satu juta hektare lahan dari integrasi tersebut. Kementan menyiapkan berbagai program upaya khusus menempatkan jagung sebagai komoditas pangan strategis guna meningkatkan produksi petani.

“Kita lakukan dengan disposals anggaran. Kita akselerasi dengan integrasi sawit dan jagung di 1 juta hektare Lahan,” tandas Amran.

Amran menjelaskan, sebelumnya saat ini rata-rata harga jagung di tingkat petani yang diserap perusahaan pakan ternak dihargai pagar rendah Rp 3.150 per kg.

Dalam mencanangkan pencapaian Swasembada Pangan Padi, Jagung dan Kedelai pada tahun 2017, Pemerintah telah mengeluarkan Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya.

Berbagai sarana pendukung dalam UPSUS peningkatan produksi tersebut meliputi optimasi lahan, Pengembangan System of Rice Intensification (SRI), Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Padi, Jagung dan Kedelai.

Sarana pendukung lainnya adalah Optimasi Perluasan Areal Tanaman Kedelai melalui Peningkatan Indeks Pertanaman (PAT-PIP Kedelai), Perluasan Areal Tanam Jagung (PAT Jagung), Penyediaan Bantuan Benih, Pupuk, Alat dan Mesin Pertanian, Pengendalian OPT dan Dampak Perubahan Iklim, Asuransi Pertanian serta Pengawalan /Pendampingan.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*