BPS : Produksi Padi Nasional Tahun 2015 Naik 6,42%

(Berita Daerah – Jakarta) Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi nasional dan tercapainya swasembada pangan. Penyediaan pangan, terutama beras, dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau tetap menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Selain merupakan makanan pokok untuk lebih dari 95% rakyat Indonesia, padi juga telah menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 20 juta rumah tangga petani di pedesaan.

Sejumlah langkah untuk menggenjot produksi padi, salah satunya adalah penerapan sistem tata kelola air yang kolaboratif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kolaborasi yang harmonis dari ketiga kementerian tersebut dilakukan dalam mengelola air.  Dengan tata kelola infrastruktur pertanian yang baik meliputi tata kelola lahan, tata kelola air dan tata kelola informatika nantinya akan meningkatkan produksi padi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk jumlah produksi padi tahun 2015 sebanyak 75,40 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebanyak 4,55 juta ton (6,42 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi padi tahun 2015 terjadi di Pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,24 juta ton. Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,32 juta hektar (2,31 persen) dan produktivitas sebesar 2,06 kuintal/hektare (4,01 persen).

“Kenaikan produksi padi tahun 2015 terjadi di Pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton, dan di luar Jawa sebanyak 2,24 juta ton,” kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (1/7).

Kenaikan produksi pada tahun 2015 yang relatif besar terdapat di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Aceh. Sementara itu, penurunan produksi pada tahun 2015 yang relatif besar terdapat di Provinsi Jawa Barat, Jambi dan Kalimantan Barat.

Jumlah kenaikan produksi padi tahun 2015 sebanyak 4,55 juta ton (6,42 persen) terjadi pada subround Januari – April, subround Mei-Agustus, dan subround September-Desember masing-masing sebanyak 1,48 juta ton (4,73 persen), 3,02 juta ton (13,26 persen), dan 38,71 ribu ton (0,23 persen), dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2014 (year on year).

Pola panen pada pada periode Januari-Desember tahun 2015 relatif sama dengan pola panen tahun 2014 dan tahun 2013. Puncak panen padi pada tahun 2015, 2014, dan 2013 terjadi pada bulan Maret. Namun, pada tahun 2015 ada indikasi mundur tanam sehingga panen bulan April jauh lebih tinggi dari tahun 2013 maupun tahun 2014.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : BD

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*