Pemerintah Siap Stop Impor Jagung, Dengan Persyaratan 1 Juta Hektare

(Berita Daerah – Jawa Timur) Pemerintah melalui Kementerian Pertanian siap untuk menutup peluang impor jagung dengan syarat harus ada 1 juta hektare lahan jagung guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran saat menyampaikan hasil produksi jagung lokal mengalami peningkatan yang signifikan.

Mentan, Amran memastikan kalau ada satu juta hektare maka kita tidak lagi impor,  kebutuhan jagung pertahun mencapai 10,7 juta ton. Tahun ini impor jagung mengalami penurunan mencapai 47 persen dari jumlah semula 3,1 juta ton menjadi 1,5 juta ton, ujar Amran, dikutip dalam laman jatimprov, Senin (18/7).

Untuk mencapai satu juta hektare pemerintah mengajak masyarakat petani untuk meningkatkan minat menanam jagung. Pemerintah akan memberikan regulasi untuk menjamin kepastian harga, juga kerjasama dengan pengusaha untuk memudahkan petani menyalurkan hasil tanam jagung, dan perbaikan infrastruktur. Selain itu juga intregrasi hutan jagung juga sangat penting, hl ini sudah dilakukan dan berhasil.

Mentan mengapresiasi langkah PT Charoen Pokphand Indonesia bersama PT BISI International yang ikut memberikan kredit kepada petani yakni 100 hektare lahan jagung. Kredit tersebut berupa pinjaman bibit serta pupuk. Sedangkan perusahaan juga siap untuk membeli hasil panen sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150.

Pemerintah memastikan jumlah impor jagung turun hingga 47,5 persen pada periode Januari-Mei 2016 diyakini karena produksi jagung lokal yang mengalami surplus. Jika impor 2015 mencapai 1,68 juta ton, tahun ini di periode yang sama hanya sebesar 881 ribu ton. Bahkan, Kementerian Pertanian (Kemtan) meyakini produksi jagung tahun ini diperkirakan surplus 1,3 juta ton.

Bahkan produksi jagung tahun ini lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan industri pakan 750 ribu ton per bulan dan total kebutuhan jagung nasional 1,55 juta ton per bulan.

Keberhasilan produksi jagung merupakan hasil dari berbagai program upaya khusus yang dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program perluasan areal tanam dan intensifikasi secara besar-besaran dengan benih unggul 1,5 juta hektare dan integrasi jagung di lahan perkebunan dan hutan 724 ribu hektare.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung di 2015 mencapai 19,61 juta pipilan kering. Jumlah produksi ini naik 3,17 persen jika dibandingkan 2014. Produksi minimal jagung di 2016 yang dalam kondisi La Nina atau kemarau basah kali ini ditargetkan mencapai 21,53 juta ton.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
image  : jatimprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*