Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Banyuwangi Fokus Industri Kreatif Bebasis Desa

(Berita Daerah – Jawa) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya mendorong pengembangan industri kreatif berbasis desa dengan didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf dimana dari hasil pertemuan tersebut Bekraf akan membantu untuk mengembangkan industri kreatif di wilayah tersebut.

Industri kreatif berbasis desa sejalan dengan program “Smart Kampung” yang dijalankan Banyuwangi. Hal tersebut untuk menumbuhkan kemandirian desa sehingga bisa membawa kesejahteraan.

Diharapkan nantinya dengan pengembangan ekonomi kreatif akan dilakukan di desa-desa pilot project yang telah memiliki potensi yang siap untuk dikembangkan, sambil menyiapkan desa-desa lain untuk dikembangkan.

Pemkab menilai bahwa beberapa desa di Banyuwangi memiliki keunggulan yang dapat menggeliatkan ekonomi rakyat, nantinya juga ekonomi kreatif tersebut akan semakin mendorong desa untuk fokus mengembangkan potensi yang dimiliki dengan berbagai dukungan intervensi Bekraf.

“Desa Gintangan misalnya fokus ke sub sektor industri kreatif kriya bambu, Desa Gombengsari dengan kuliner kopi, Dusun Cangaan di Desa Genteng Wetan fokus ke fashion muslim, dan seterusnya,” ujar Anas.

Anas juga menambahkan, dengan industri kreatif berbasis desa, telah menciptakan nilai tambah pada produk dan jasa yang dihasilkan masyarakat desa. ”Sehingga value-nya besar bagi masyarakat. Misalnya di Desa Gombengsari yang kemarin dilaksanakan Festival Kembang Kopi, di sana kan sentra kopi rakyat, nanti kami dan Bekraf masuk untuk beri nilai tambah, misal dari sisi kemasan,  pemasaran, atau event, bahkan bisa jadi ada peluang bikin kerajinan berbasis kopi, batik dengan corak kopi, dan sebagainya,” ujar Anas.

Sinergi dengan Bekraf juga bakal dijalin dari sisi penyelenggaraan event tourism lewat Banyuwangi Festival. Bekraf bisa mendukung dari sisi pengembangan kreasi, jaringan, dan infrastruktur industri kreatif lainnya.

Bekraf merumuskan ada 16 sub sektor kreatif, yaitu fashion, kriya (kerajinan), arsitektur, aplikasi pengembangan permainan, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, seni pertunjukan, seni rupa, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, televisi, dan radio.

Dari 16 sub sektor tersebut, Banyuwangi memilih fokus untuk tujuh sub sektor saja, yaitu fashion, kriya (kerajinan), seni rupa, seni pertunjukan, kuliner, musik, dan desain komunikasi visual. Pilihan terhadap enam sub sektor tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan Banyuwangi dan sub sektor yang paling berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
image  : banyuwangikab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*