Berbagai Potensi Daerah di Sulawesi Tengah Menjadi Daya Tarik Investor

(Berita Daerah – Sulawesi) Berbagai potensi daerah di Provinsi Sulawesi Tengah kini menjadi incaran bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Hal ini ditunjukkan dari data izin prinsip telah tercatat sebesar Rp 92,8 triliun, yaitu PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp 46,2 triliun dan PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 46,6 triliun. Minat investor ke provinsi ini cukup besar. Terkait hal tersebut perlu disikapi oleh pemerintah daerah dalam hal peningkatan pelayanan perizinan yang harus segera ditangani dengan cepat.

Mengutip dari laman infopublik.id, Selasa (20/12), Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah menekankan bahwa peningkatan pelayanan perizinan dalam hal kemudahan pengurusan izin investasi menjadi prioritas pemerintahan Jokowi-JK, yang ditargetkan bisa selesai maksimal 15 hari kerja. Disertai diluncurkannya SIPPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu) pada acara Rakor Pengendalian dan Perizinan se-Sulawesi Tengah. Rakor dihadiri pimpinan SKPD teknis khususnya para kepala BPMP2TSP (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu) kabupaten/kota se Sulteng.

Untuk capaian realisasi investasi di Sulteng hingga TW III 2016 telah mencapai Rp 17,35 triliun dan telah melebihi target BKPM sebesar Rp 14,5 triliun. Pencapaian tersebut tertinggi di wilayah Sulawesi dan nomor dua di Kawasan Timur Indonesia.

Plt Sekda Derry Djanggola mengatakan nilai Rp 17,35 triliun berasal dari PMDN sebesar Rp 920,5 miliar dan PMA sebesar Rp 16,4 triliun. Adapun daerah sebaran penghasil investasi terbesar di Sulteng yaitu Kabupaten Morowali sebesar Rp 13,8 triliun, Banggai Rp 2,4 triliun, Morowali Utara Rp 586,9 miliar, Poso Rp 320,1 miliar, dan Palu Rp 80 miliar.

Apresiasi diberikan kepada seluruh aparatur penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu se- Sulawesi Tengah oleh Gubernur lewat Plt Sekda yang mengaku puas atas pencapaian tersebut.  Plt Sekda mengharapkan dukungan semua pihak baik pusat dan daerah untuk terus mendorong dan memfasilitasi iklim investasi di Sulteng. Diharapkan aparatur meningkatkan kualitas dan kapabilitas, bekerja profesional dan menghindari pungli.

Adapun industri yang diminati oleh investor yakni sebagai berikut pembangun smelter nikel dan besi, industri berbasis agro (rotan, perikanan, bawang, karet dan cengkeh), rumput laut, serta di sektor perkebunan (Kakao), sektor energy baru terbarukan, atau biomas (greenpia), serta ada juga di sektor pengolahan bahan makanan, sektor pertanian dan investasi batu kapur diatromit. Dengan besarnya potensi yang dapat ditawarkan kepada pihak investor, itu membawa dampak yang besar bagi masyarakat yakni terbukanya lapangan pekerjaan, serta pembangunan infrastruktur baik jalan, listrik serta pelabuhan akan lebih cepat dilakukan.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Infopublik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*