padi di sawah

Kaltim Dipilih Pengembangan Pajale, untuk Swasemba Pangan Nasional

(Berita Daerah – Kalimantan) Swasembada pangan nasional masih menjadi fokus program prioritas pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan). Sehingga beberapa daerah dipilih pemerintah pusat untuk mengembangkan pajale (padi, jagung, kedelai). Memang pembangunan pertanian masih menjadi sektor yang terus dikembangkan guna mencapai swasembada pangan nasional, sehingga Indonesia tidak perlu mengurang impor pajale.

Mengutip dari laman kaltimprov.go.id, Selasa (3/1), Kepala Dinas Pangan, Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) H Ibrahim, mengatakan bahwa tahun ini Provinsi Kaltim mendapatkan dana APBD Rp 165 miliar dari Kementan.

Provinsi Kalimantan Timur telah dipilih menjadi salah satu provinsi dari 34 provinsi untuk mengembangkan Pajale (padi, jagung dan kedelai). Sehingga Kaltim mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan terbukti dengan kucuran dana sebesar Rp 165 miliar untuk pengembangan pertanian.

Dana yang sebesar itu akan difokuskan pada kegiatan pengembangan jaringan irigasi (pengairan) serta pengadaan alat-alat mesin pertanian (Alsintan). Termasuk pengembangan kegiatan pertanian tanaman pangan khususnya padi, jagung dan kedelai (Pajale) yang masuk dalam program nasional upaya khusus (Upsus Pajale). Upsus Pajale masuk program prioritas, bahkan menurut Ibrahim program Upsus ini akan sukses di Kaltim karena adanya dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat selain ketersediaan lahan yang potensial.

Sumber dana guna peningkatan pengembangan pertanian tidak berasal dari APBN saja, sementara itu, anggaran dareah 2017 melalui APBD dialokasikan sekitar Rp 15 miliar untuk mendukung kegiatan pangan dan hortikultura pada Distan Kalitm. Dana yang berasal dari APBD ini akan dipakai untuk pembiayaan kegiatan operasional kantor sesuai kebutuhan, operasional pembangunan skala prioritas serta pengembangan padi ladang yang potensial dikembangkan pada kawasan kabupaten di Kaltim.

Dengan adanya anggaran baik dari APBN dan APBD, diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan di pedesaan melalui kegiatan intensifikasi, ekstensifkasi serta mekanisasi pertanian. Untuk alokasi anggaran program pertanian dalam arti luas juga diharapkan akan menjadi pondasi baru bagi perekonomian Kaltim pada masa yang akan datang.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*