YD9A9750

Pemkab Banyuwangi Siapkan Dana Rp 150 Miliar, Dukung Sektor Pertanian

(Berita Daerah – Banyuwangi) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur menetapkan pembangunan infrastruktur pertanian sebagai salah satu prioritas pada 2017.

Salah satu fokus infrastruktur pertanian yang akan dibangun adalah fasilitas sumber daya air seperti embung dan jalan yang menjadi penghubung antar desa. Nantinya jalan ini bisa memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil panennya.

Khusus untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air, Pemkab Banyuwangi mengatakan bahwa dana yang disiapkan pada tahun 2017 mencapai Rp 150 miliar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Infrastruktur di Banyuwangi, Jumat (6/1/2017), mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian ini meneruskan program-program kami dalam empat tahun terakhir. Untuk itu sektor pertanian adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi.

Jadi selain teknis pertaniannya kami perkuat, misalnya dengan inovasi budidaya maupun pasca-panen, kami juga bangun infrastrukturnya, terutama untuk sumber daya air. Aliran air ke lahan harus dipastikan tidak macet dan dalam jumlah yang cukup, ujar Annas.

Di Kabupaten Banyuwangi jaringan irigasi primer mencapai 3.718 kilometer, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan irigasi tersier 797 kilometer, jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektare sawah.

Selain itu, ada kawasan perkebunan sekitar 82.000 hektare yang juga membutuhkan sumberdaya air dalam skala tertentu. Anas melanjutkan, untuk memperluas layanan sumberdaya air bagi sektor pertanian di Banyuwangi, pihaknya bakal kembali menambah jumlah embung baru pada tahun ini.

Pada tahun ini, dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2000-5000 meter kubik. Jaringan irigasi tersier juga bakal dibenahi dan ditambah sebagai upaya percepatan daya hantar air dari hulu ke lahan-lahan pertanian. “Tahun ini APBD Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 150 miliar untuk pembangunan infrastruktur sumberdaya air guna menopang kinerja sektor pertanian,” jelas Anas.

Selain infrastruktur sumber daya air, pembangunan infrastruktur pertanian juga difokuskan ke jalan usaha tani untuk menunjang aspek pasca-panen. “Aksesbilitas jalan antar desa dan kecamatan dibangun dan diperbaiki. Ini agar proses pemasaran hasil-hasil pertanian dari desa ke kota berjalan dengan lancar. Dengan aksesbilitas yang meningkat membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani,” ujar Anas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Guntur Priambodo mengatakan dengan pembangunan irigasi secara berkelanjutan, pihaknya menargetkan persentase ketersediaan air bagi petani bertambah dari saat ini 200 persen menjadi 230 persen dalam dua atau tiga tahun ke depan. ”Artinya, sebagian petani atau sekitar 30 persen bisa menambah jumlah masa tanamnya, dari yang dulu cuma dua kali bisa menjadi tiga kali dalam setahun,” papar Anas.

Salah satu embung yang dibangun adalah embung berkapasitas sedang, yaitu embung Tasmuin di Kecamatan Songgon. Embung ini berkapasitas 500.000 m3. Selain itu, empat embung besar berkapasitas hingga 2 juta m3 disiapkan di Banyuwangi wilayah selatan. “Jika ini terealisasi maka ketersediaan airnya hampir menyamai Waduk Bajulmati di Wongsorejo atau kawasan Banyuwangi utara yang mencapai 10 juta meter kubik,” ujas Annas.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image  : Banyuwangikab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*