arcandra panas bumi

Wamen Arcandra : Pemanfaatkan Renewable Energi Sebuah Keharusan

(Berita Daerah – Jawa) Sejumlah daerah di Indonesia, memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Penggunaan energi baru dan terbarukan hingga saat ini masih belum sepenuhnya dimaksimalkan. Disamping tingginya investasi dan harga yang dipatok terhadap hasil produksi energi baru dan terbarukan ini menjadi salah satu penyebab utama dari minimnya peminat terhadap energi baru dan terbarukan.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar didampingi Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi Rida Mulyana dan Direktur Panas Bumi Yunus Syaefulhak mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada hari Sabtu (7/1).

Lapangan panas bumi Kamojang berada dalam wilayah Kabupaten Garut dan berjarak + 17 km barat laut Garut atau + 42 km Tenggara Bandung, dan berada pada ketinggian 1640 – 1750 m diatas permukaan laut. Secara geografis, lapangan Kamojang terletak pada posisi 107o37,5’ – 107o48’ BT dan 7o5,5’ – 7o16,5’ LS.

Wakil Menteri ESDM mengatakan bahwa bumi ini makin tua, resources yang renewable itu merupakan suatu keharusan bukan lagi kita harus sebuah pilihan mau dikembangkan atau tidak. “Memanfaatkan renewable itu merupakan sebuah keharusan bukan sebuah pilihan apakah mau dikembangkan renewable energy atau tidak tetapi sudah pada taraf kita sudah harus memanfaatkan renewable energy,” ujar Arcandra yang dikutip laman esdm.go.id, Sabtu (7/1).

Arcandra sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pertamina Geothermal Energy (PGE) di PLTP Kamojang yang bisa mengelola geothermal yang pertama di Indonesia ini. Saat mengunjungi Lapangan panas bumi Kamojong dengan sumurnya bernama KMJ-3, yang pernah menghasilkan uap pada tahun 1926, merupakan tonggak pemboran eksplorasi panasbumi pertama oleh Pemerintah kolonial Belanda. Sampai sekarang, KMJ-3 masih menghasilkan uap alam kering dengan suhu 140C dan tekanan 2,5 atmosfer.

PLTP Kamojang saat ini memiliki lima unit pembangkit, unit 1, 2 dan 3 itu dimiliki oleh Indonesia Power kemudian unit 4 dan 5 dioperasikan oleh PGE. Unit 1,2 dan 3 itu PGE mensuplai uap, ujar Direktur Bisnis dan Operasi, Ali Mudazikir mengawali pemaparannya.

PLTP Kamojang lanjut Ali, selain memberikan kontribusi bagi kelistrikan nasional juga memberikan kontribusi bagi penurunan emisi. “PLTP Kamojang Unit 4 sudah terdaftar dengan kapasitas 60 MW penurunan emisi yang sudah kita register itu yaitu mencapai 400.000 ton per tahun. Secara keseluruhan sumbangsih PLTP dalam menurunkan emisi diperkirakan mencapai  650.000 ton per tahun dan jika kita dapat menginstall kapasitas listrik dari panas bumi mencapai 2.000 MW maka sekitar 13.000.000 ton per tahun pengurangan emisi yang bisa dihasilkan,” jelas Ali.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Esdm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*