listrik

Kebutuhan Listrik di Kaltara Menjadi Perhatian Khusus Kementerian BUMN

(Berita Daerah – Kalimantan) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Hal tersebut dilakukan agar Kaltara yang merupakan provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga untuk mendapatkan perhatian lebih khususnya untuk pembangunan infrastruktur agar pertumbuhan perekonomian tidak mengalami kendala yang pelik.

Mengutip dari laman kaltaraprov.go.id, Selasa (10/1), Gubernur Provinsi Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengunjungi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menyampaikan mengenai pembangunan jalan di daerah perbatasan seperti jalan Long Midang menuju Long Bawan, termasuk ruas jalan lainnya baik yang ada di Kabupaten Malinau maupun di Kabupaten Nunukan.

Pembahasan lainnya yakni terkait potensi Garam di Krayan, Nunukan, landasan pacu bandara di perbatasan, listrik, penambahan distribusi bahan bakar bersubsidi di perbatasan dan pedalaman hingga rencana pembangunan toko Indonesia di perbatasan.

Menteri BUMN memberikan respon positif dengan kunjungannya ke Kaltara beberapa waktu ini. Kehadiran Menteri BUMN bersama jajarannya menjadi harapan besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, Irianto akan terus kawal program-program yang telah disampaikan Menteri BUMN. Perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinator Kementerian BUMN lebih proaktif, khususnya terkait persoalan listrik di kabupaten/kota di Kaltara. Menteri BUMN berharap salah satu BUMN agar melakukan upaya perbaikan pengerasan jalan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Terkait dengan persoalan listrik di Kaltara, Menteri BUMN akan melakukan pengecekan ke PLN untuk mengetahui apakah langkah-langkah dalam mengatasi kelistrikan sudah dapat ditangani.

Ditargetkan di Bulan September 2017, akan ada penambahan pembangkit listrik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Dimana pembangkit lisrik tersebut akan menggunakan LNG (Liquefied Natural Gas), yang akan dibahas khusus antara Menteri BUMN dengan PLN. Termasuk dibahas nantinya mengenai rencana revisi peraturan menteri BUMN terkait pembangkit di mulut tambang. Sebab harganya dinilai terlalu mahal.

Kebutuhan listrik sangat penting untuk segera ditangani sebab listrik mendukung perekonomian masyarakat, sehingga pembangunan pembangkit di mulut tambang baik tambang batu bara maupun pembangkit yang menggunakan gas akan segera direncanakan. Rencana pembangunan kedua jenis pembangkit ini akan dibahas khusus dengan PLN untuk mengetahui seperti apa konsep yang bagus nantinya.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*