berita20170111102032-1

550 Ribu Unit Rumah MBR Tahun 2017 Mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka

(Berita Daerah – Jakarta) Pemerintah akan memberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) bagi pembiayaan perumahan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menargetkan realisasi SBUM tahun 2017 bisa digunakan untuk 550 ribu unit rumah MBR.

Dalam Rapat Pelaksanaan Bantuan Pembiayaan Perumahan Bagi MBR Tahun 2017 di Jakarta, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan target Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan sesuai rencana kerja pemerintah adalah sebesar 550.000 unit.

Mengutip laman pu.go.id, Rabu (11/1), Maurin juga menjelaskan, bagi perbankan yang ingin menjadi bank pelaksana untuk SBUM harus memenuhi beberapa persyaratan, baik itu bank umum maupun bank umum syariah.

“Persyaratan sebagai bank pelaksana SBUM salah satunya mengajukan surat pernyataan minat menjadi Bank Pelaksana kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR dan merupakan Bank Umum mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening pengeluaran, rekening penerimaan dan rekening lainnya milik Kementerian Negara, Lembaga atau Satuan Kerja”, tambah Maurin.

Lebih lanjut Maurin mengatakan, program pembiayaan perumahan lainnya, yang sudah dilaksanakan pada tahun 2016 akan tetap terus dilaksanakan di tahun 2017.

“Program Pembiayaan Perumahan di tahun 2017 meliputi Program KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka dan kita juga akan mencoba program yang baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan”, ujar Maurin.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan uang muka, calon pemohon harus terlebih dahulu mengurus persyaratan kredit FLPP. Untuk persyartan dan kelengkapan dokumen yang perlu di bawa, sama dengan syarat ketika mengurus KPR FLPP.

Sebelumnya program subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 29 Juli 2016 telah berakhir. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menyiapkan skema baru. Dengan skema baru ini, MBR bisa mendapatkan rumah sederhana bersubsidi.

Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan, pada tahun 2016 untuk pembangunan rumah MBR mencapai angka 569.382 unit. Sedangkan rumah non MBR terbangun sebanyak 235.787 unit rumah.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : PU

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*