kawasan industri

Pembangunan Kawasan Industri Morowali Menjadi Prioritas Kemenperin

(Berita Daerah – Sulawesi) Kawasan industri merupakan bentuk layanan yang bisa menarik investor ke suatu daerah. Dengan adanya kawasan industri maka para pelaku usaha akan menikmati pelayanan yang terintegrasi dan menjadikan daya tarik tersendiri bagi percepatan pembangunan di sebuah daerah. Morowali, Sulawesi Tengah menjadi salah satu prioritas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk pembangunan Kawasan Industri.

Kawasan Industri Morowali menjadi bagian program pemerintahan Jokowi di tahun 2017 untuk pembangunan 14 kawasan Industri di luar Pulau Jawa dalam upaya melakukan pemerataan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut data yang disampaikan Kemenperin, kawasan industri Morowali ini dibangun pada lahan seluas 2.000 hektare, yang mempunyai kemampuan menarik investasi hingga Rp 78 trilliun. Kawasan ini akan mempekerjakan 20 ribu tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung mencapai 80 ribu orang.

Keberadaan kawasan industri daerah ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Masuknya investasi ke sebuah daerah, akan berdampak meningkatnya belanja daerah yang akan menciptakan usaha-usaha turunan yang diupayakan masyarakat, dampaknya adalah pendapatan perkapita yang meningkat yang menjadikan kualitas hidup masyarakat didalamnya juga meningkat.

Kawasan Industri Morowali juga merupakan usaha pemerintah untuk melaksanakan program hilirisasi pada industri pengolahan logam. Rencananya kawasan ini akan berfokus pada pembangunan smelter berbahan baku  dasar nikel, sebagai bagian peningkatan nilai tambah pada industri mineral logam.

Sarana pendukung yang disediakan bagi kawasan industri ini adalah tersedianya bahan baku nikel yang melimpah di Morowali. Pemerintah juga menyediakan pengadaan tenaga listrik, air yang dibutuhkan di kawasan industri. Beberapa perusahaan nikel sudah mulai membangun smelter di Morowali. Seperti PT Sulawesi Mining Investment dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun, PT Indonesia Guang Ching Nickel dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun, PT Indonesia Tsingshan Steel dengan kapasitas 600.000 ribu ton per tahun. PT. Indonesia Ruipu Nickel and Chrome, PT. Broly Nickel.

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meyakini penyerapan tenaga kerja akan terealisasi hingga ribuan orang. Hingga Desember 2016 data menunjukan 11.527  pengawas dan 1.577 insinyur sudah dipekerjakan. Diproyeksikan tahun 2017-2020 penambahannya akan mencapai 10.800 untuk pengawas, dan 1.620 untuk insinyur. Dengan pembangunan Kawasan Industri Morowali akan meningkatkan perekonomian nasional dan membawa kesejahteraan masyarakat.

Fad/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kemenperin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*