Sungai Sibau di Putussibau

Mengenal Kota Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu

(Berita Daerah – Kalimantan) Putussibau adalah daerah paling ujung di Kalimatan Barat yang merupakan ibukota kabupaten Kapuas Hulu, mayoritas pendukuk disini berasal dari suku dayak Aman yang masih banyak tinggal di rumah Bentang. Sekalipun ibukota kabupaten, Putussibau sebenarnya adalah sebuah kecamatan dengan penduduk sebanyak 28.782 jiwa.

Perjalanan ke Putussibau dapat ditempuh dari Kota Pontianak selama 1 jam perjalanan menggunakan pesawat Kalstar atau Garuda Indonesia. Banyak orang bercerita bahwa seringkali penerbangan bisa dibatalkan bila cuaca buruk, namun penerbangan ke Putussibau dilakukan setiap hari. Perjalanan darat ke Putussibau membutuhkan waktu hingga 16 jam, sedangkan melalui sungai perlu beberapa hari.

Putussibau merupakan daerah hulu sungai Kapuas, dari daerah ini sungai Kapuas dimulai. Masyarakat di Putussibau menyebut tepian sungai Kapuas yang kering dengan sebutan pantai, jadi sekalipun berada jauh dari lautan mereka dan ditengah hutan Kalimantan, tetap memiliki pantai, pantai di tepian sungai. Sungai Kapuas merupakan sungai kebanggaan penduduk Kalimantan. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di pulau Kalimantan dan sekaligus menjadi sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 1.143 km.

Putussibau terkenal dengan makan khas kerupuk basah, makanan ini tidak berbentuk kerupuk, namun bentuk dan rasanya mirip dengan empek-empek Palembang yang dimakan dengan sambal untuk camilan sehari-hari disana, jika ke Putussibau jangan lupa menikmati kerupuk basah. Daerah ini juga dekat dengan hutan yang menghasilkan banyak buah durian, yang sangat murah harganya, hanya Rp 5.000 hingga  Rp 10.000 per buah, hingga puas bisa dinikmati.

Jalan-jalan di Putussibau sejak era pemerintahan Jokowi sudah mulai dibangun, seperti semangat membangun daerah dari perbatasan, demikian juga yang terjadi dengan Putussibau, jalan-jalan sudah dibangun dengan rapih dan sedang diusahakan pembangunan jalan yang tembus hingga Kalimatan Timur dan Utara. Putussibau masih memerlukan penambahan tenaga listrik sebab sesekali masih terjadi kondisi listrik yang padam di daerah ini. Putussibau dengan hutan dan budaya suku dayak disana memiliki potensi sebagai daerah wisata, destinasi-destinasi dan sara pariwisata perlu dikembangkan untuk memperkuat daya tarik Putussibau.

Fad/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*