berita20170118161250-1

Masyarakat Bisa Dapatkan Rumah dengan Bantuan Skema Subsidi Selisih Bunga

(Berita Daerah – Jakarta) Pemerintah memberikan subsidi bagi kepemilikan rumah sederhana bagi masyarakat. Pemberian subsidi ini mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Program Setuja Rumah merupakan program strategis nasional yang dapat mengurangi kesenjangan infrastruktur secara efektif untuk masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus mengatakan bahwa Skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dapat dijalankan terlebih dahulu dibandingkan KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dalam acara Rapat Kerja Internal Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Perumahan Tahun 2017 di Ruang Rapat Prambanan, Jakarta, Senin (16/1), Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus mengatakan SSB bisa dijalankan lebih dahulu karena penerbitan DIPA KPR Sejahtera FLPP lebih lama daripada SSB.

“Untuk Konversi dari KPR Sejahtera FLPP ke SSB sudah dirapatkan di kantor Wakil Presiden.  Berdasarkan arahan dari Wakil Presiden, konversi ini didasarkan pada UU APBNP”, jelas Maurin yang dikutip laman pu.go.id, Rabu (18/1).

Berdasarkan keterangan tersebut, ia mengatakan bahwa SSB sekarang sudah jalan dan masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan bantuan pembiayaan perumahan melalui  SSB.

“Meskipun SSB bisa dijalankan lebih dahulu tetapi kalau bisa sedapat mungkin KPR Sejahtera FLPP bisa mengurangi SSB. Hal ini untuk mengurangi beban Fiskal”, terang Maurin.

Terkait dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan bagi MBR, Pemerintah dalam hal ini Ditjen Pembiayaan Perumahan memiliki beberapa skema bantuan pembiayaan perumahan, antara lain skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP), kemudian skema bantuan pembiayaan KPR Sejahtera SSB. Selain itu, pemerintah juga memberikan Bantuan Uang Muka (BUM) untuk MBR. Khusus untuk BUM diberikan untuk pembelian rumah tapak bersubsidi.

Dari total alokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp 101,496 triliun, Ditjen Pembiayaan Perumahan memperoleh anggaran sebesar Rp 240 miliar, Di bidang pembiayaan Perumahan yaitu pembangunan rumah umum yang terdiri dari rumah tapak dan rusunami melalui KPR FLPP sebanyak 120.000 unit, Prasarana dan Sarana Umum (PSU) untuk perumahan bagi MBR sebanyak 14.000 unit, serta subsidi selisih bunga sebanyak 225.000 unit.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : PU

10 comments

  1. I’m not sure where you’re getting your info, but good
    topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more.
    Thanks for wonderful info I was looking for this info for my mission.

  2. If some one wishes expert view about running a blog then i suggest him/her
    to pay a visit this website, Keep up the pleasant job.

  3. I love reading an article that can make men and women think.
    Also, thanks for permitting me to comment!

  4. Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit and sources
    back to your weblog? My website is in the very same niche as yours and my users would truly benefit from some of
    the information you provide here. Please let me know if this alright with you.
    Regards!

  5. There’s definately a lot to learn about this issue. I really like all the points you
    made.

  6. Good write-up. I definitely appreciate this site. Keep it up!

  7. I am sure this post has touched all the internet viewers, its really really
    fastidious article on building up new web site.

  8. Hey! I’m at work surfing around your blog from my new iphone!
    Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts!
    Carry on the superb work!

  9. Good day! I just would like to give you a big thumbs
    up for the great information you’ve got here on this post. I’ll be coming back to your site for more soon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*