Peran Perbankan Sangat Penting dalam Menunjang Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel

(Berita Daerah –Sulawesi) Dalam upaya mengendalikan perekonomian di Sulawesi Selatan (Sulsel), Gubernur Provinsi Sulsel Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.SI., MH, melakukan pertemuan untuk membahas hal ini. Mengutip dari laman sulselprov.go.id, Kamis (2/2), Gubernur Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.SI., MH mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia adalah Tiongkok, disusul India, dan Korea Selatan, yang masing-masing berada di kisaran angka 6 persen. Sedangkan Indonesia, pertumbuhan ekonominya 5,2 persen. Untuk Provinsi Sulsel sendiri, pertumbuhan perekonomiannya mencapai 8,5 persen.

Sementara di Indonesia, pertumbuhan ekonomi provinsi tertinggi dipegang oleh Sulawesi Tengah sebesar 12 persen dan Nusa Tenggara Barat 8,7 persen. Kemudian, Sulsel 8,5 persen. Namun, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak bisa dibandingkan dengan Sulsel, karena jumlah penduduk di Sulsel mencapai 10 juta jiwa.

Mengapa Sulawesi Tengah serta NTB tinggi, hal ini dikarenakan ada pembangunan smelter di kedua provinsi ini, sedangkan di Sulsel tinggi karena dipacu oleh ekonomi rakyat dan sektor perdagangan. Pemprov Sulsel sendiri mengajak masyarakat Tionghoa untuk ikut menjaga situasi yang ada saat ini. Mengapa ? karena secara nasional ekonomi di Sulsel akan tetap aman, jika masyarakat Tionghoa ikut mendukung perekonomian di Sulsel.

Syahrul menyampaikan apabila perbankan mendapatkan proyek atau bisnis ril, maka bank berkewajiban untuk mensupport.   Sektor yang harus mendapatkan support bank yakni sektor pertanian, peternakan hingga perikanan serta kelautan. Syahrul meminta bank dapat mensuport dengan gelontorkan dana sebesar Rp 1 triliun. Bahkan ada rencana juga untuk bisnis makanan lebih banyak. Sehingga dengan tersedianya tempat kuliner makanan, akan semakin mudah didapat di Sulsel.

Syahrul mengatakan agar isu-isu yang berkembang di Jakarta, tidak mempengaruhi kondisi di Sulsel, bahkan Syahrul mengatakan bahwa tahun ini, ekonomi akan aman, sehingga rencana akan menggulirkan uang lebih banyak di desa dapat terlaksana.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Budi Luhur Benny Phie, yang melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel menyatakan optimisnya terhadap kondisi ekonomi Sulsel. Ia juga yakin, tahun ini ekonomi Sulsel lebih baik dari sebelumnya. Karena dengan terjaganya keamanan di Sulsel, yang berdampak kepada kenyaman para investor untuk dapat memberikan modalnya dalam berinvestasi di Sulsel.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Sulselprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*