2818701099-sektor-produksi-menjadi.3133

Target Penyaluran KUR 2017 Sektor Produksi Naik Dua Kali Lipat

(Berita Daerah – Jakarta) Pemerintah pada 2017 akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor produksi. Sepanjang tahun 2016 penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan, oleh karenanya kebijakan penyaluran KUR tahun 2017 diarahkan untuk mendorong sektor produksi. Porsi penyaluran KUR di sektor produksi (pertanian, perikanan, dan industri pengolahan) ditargetkan naik hampir dua kali lipat menjadi 40% di tahun 2017 dari realisasi tahun lalu sebesar 22%. Kebijakan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah dengan Komisi XI Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) Pembahasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jakarta (9/2).

Hadir dalam rapat kerja dengan DPR antara lain   Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, dan pejabat Kementerian/Lembaga terkait.

“Salah satu arah kebijakan 2017 adalah untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan dan hilirisasi industri pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akan ditingkatkan penyaluran KUR di sektor produksi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang dikutip laman ekon.go.id, Kamis (9/2).

Pemberdayaan UMKM sektor pertanian melalui pembiayaan KUR akan didukung dengan perluasan lahan pertanian dan pemasaran melalui program Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta kerjasama Perusahaan Besar.

Total plafon penyaluran KUR di tahun 2017 adalah sebesar Rp 110 triliun. Sesuai dengan usulan plafon masing – masing penyalur serta rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total plafon yang telah ditetapkan baru sebesar Rp 106 triliun. Masih terdapat sisa alokasi plafon sebesar Rp 3,4 triliun (Semester 2).

Anggaran APBN 2017 untuk program KUR total sebesar Rp 9,436 triliun, terdiri dari subsidi bunga KUR sebesar Rp 9,022 triliun dan Imbal Jasa Penjaminan (KUR 2007 – 2014 yang ulang tahun) sebesar Rp 414,3 miliar.

Adapun realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 31 Desember 2016 sebesar Rp 94,4 triliun atau 94,4% dari target penyaluran Rp 100 triliun. Non Performing Loan (NPL) sebesar 0.37% dan tersalurkan pada 4.362.599 debitur. Kendati angka ini sedikit di bawah target, namun patut diapresiasi di tengah kondisi melemahnya perekonomian global.

KUR Mikro memiliki porsi penyaluran terbesar yaitu sebesar Rp 65,6 triliun (69,5%), diikuti dengan KUR Ritel sebesar Rp 28,6 triliun (30,3%), dan KUR Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp 177 miliar (0,2%).

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur KUR dengan penyaluran tertinggi sebesar Rp 69,4 triliun, diikuti dengan Bank Mandiri sebesar Rp 13,3 triliun, dan BNI sebesar Rp 10,3 triliun. Sisanya disumbangkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan penyalur lainnya.

Berdasarkan wilayah, penyaluran KUR masih didominasi Pulau Jawa sebesar 54,6%. Tiga provinsi di Pulau Jawa dengan penyaluran KUR tertinggi adalah Jawa Tengah (Rp 16,9 triliun, 17,9%), Jawa Timur (Rp 14,6 triliun, 15,5%), dan Jawa Barat (Rp 11,9 triliun, 12,6%). Sedangkan untuk provinsi di luar pulau Jawa dengan penyaluran KUR yang tinggi adalah Sulawesi Selatan (Rp 5,1 triliun, 5,4%) dan Sumatera Utara (Rp 4,3 triliun, 4,6%). Kinerja tersebut sesuai dengan sebaran UMKM di Indonesia.

Sementara itu Gubernur BI Agus Martowardojo juga menuturkan beberapa rekomendasinya. Pertama, distribusi KUR diharapkan lebih merata, tidak terkonsentrasi pada beberapa bank, wilayah dan sektor tertentu. Kemudian refocusing penyaluran KUR dapat diarahkan kepada debitur-debitur yang baru berdiri ataustart up, sektor industri kreatif ataupun sektor yang super mikro.

Agus juga berharap pemerintah meminimalisir penyaluran KUR pada debitur yang telah mendapatkan kredit komersial dari perbankan. Sementara mengenai rencana penurunan suku bunga KUR, menurutnya perlu dilakukan secara bertahap.

Di akhir rapat, Darmin menuturkan KUR adalah salah satu kebijakan yang paling mendapat perhatian dan evaluasi dari pemerintah karena menyangkut kepentingan rakyat banyak. Ia juga berharap ke depannya KUR bisa ditujukan untuk sektor produktif seperti pertanian, perikanan, hingga perburuan. Menkon menutupnya dengan menyampaikan bahwa pemerintah mencari yang terbaik untuk perbaikan dan penyempurnaan dari kebijakan ini.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Ekon

7 comments

  1. I truly appreciate this article post.Really looking forward to read more. Much obliged.

  2. It’s really a great and useful piece of info.
    I’m glad that you just shared this useful info with us.
    Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.

  3. Very interesting information!Perfect just what I was looking for! аЂа‹аЂ Washington is the only place where sound travels faster than light.аЂ аЂа› by C. V. R. Thompson.

  4. I’m really impressed with your writing skills and also with the
    structure to your weblog. Is that this a paid subject
    matter or did you modify it yourself? Anyway keep up the excellent
    quality writing, it’s uncommon to peer a nice weblog like this one nowadays..

  5. mobile strike hack for android

    Fantastic article post. Awesome.

  6. Really appreciate you sharing this article post.Much thanks again. Cool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*