Tingkatkan Ekspor, Tiga BUMN Masuki Pasar Afrika

(Berita Daerah – Jakarta) Sejalan dengan harapan Pemerintah Indonesia untuk tahun 2017 ini dapat meningkatkan ekspor, maka perusahaan Indonesia saat ini tengah menunjukkan agresivitasnya menggarap pasar nontradisional sebagai tujuan ekspor, khususnya di benua Afrika. Tiga BUMN strategis Indonesia yaitu PT. PAL, PT. PINDAD, dan Bank Exim Indonesia memulai peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan para pelaku usaha Afrika Selatan.

Ketiga BUMN ini menjajaki peluang bisnis melalui even Indonesian-South African Business Forum yang telah dihelat 6 Februari 2017 di Southern Sun Hotel, Cape Town, Afrika Selatan.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg Pontas Tobing mengatakan bahwa pemerintah akan memfasilitasi dan mensupport penuh pelaku usaha nasional. Peningkatan ekspor ke Afrika Selatan secara konkret dan aktif diharapkan mampu meningkatkan nilai produk ekspor Indonesia sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian.

Indonesian-South African Business Forum dilaksanakan atas kerja sama ITPC Johannesburg, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Afrika Selatan.

PT. PINDAD dan PT. PAL pada pertemuan ini telah mengawali sejumlah kerja sama strategis dengan beberapa perusahaan alat utama sistem senjata (alutsista) asal Afrika Selatan.

Sedangkan Bank Exim Indonesia pada forum bisnis ini berperan sebagai pendukung pembiayaan melalui inisiatif National Interest Account (NIA) yang mempermudah pembiayaan bagi para eksportir dan importir untuk melakukan transaksi pembayaran atas pembelian produk ekspor dari Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno mengatakan bahwa Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejarah yang kuat dalam melakukan inisiasi kerja sama Konferensi Asia Afrika.

Selain itu pada 2017 ini Indonesia sebagai Ketua Indian-Ocean Rim Associaton (IORA) akan meyerahkan kepemimpinannya kepada Pemerintah Afrika Selatan sebagai Chairman selanjutnya. Menlu Retno turut menyampaikan agar kedua negara dapat kembali meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.

“Kami menyambut baik dukungan dari Pemerintah Indonesia yang melakukan inisiasi dalam mengembangkan peluang pasar di Afrika Selatan,” ujar Ketua KADIN Komite Afrika Mintardjo Halim.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan periode Januari-November 2016 tercatat surplus sebesar USD 407,6 juta atau meningkat sebesar 1,10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 yang hanya tercatat sebesar USD 403,1 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan pada periode tersebut tercatat USD 681,5 juta dan impor Indonesia dari Afrika Selatan tercatat sebesar USD 273,9 juta.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan periode Januari-November 2016 tercatat surplus sebesar USD 407,6 juta atau meningkat sebesar 1,10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 yang hanya tercatat sebesar USD 403,1 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan pada periode tersebut tercatat USD 681,5 juta dan impor Indonesia dari Afrika Selatan tercatat sebesar USD 273,9 juta.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : Kemendag

3 comments

  1. Thɑnks for а marvelous posting! Ι actually enjoyed reading іt, yߋu might be
    a gгeat author. Ӏ wiol be surе to bookmark youг blog ɑnd will come back in the future.

    I want to encourage tһat yoᥙ continue yoսr great woгk,hɑve
    ɑ nice ɗay!

  2. Thanks again for the post.Really thank you! Much obliged.

  3. Wow! Thank you! I always wanted to write on my blog something like that. Can I implement a fragment of your post to my site?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*