Menperin Tawarkan Investasi di Sektor Industri kepada 50 Pengusaha Perancis

(Berita Daerah – Jakarta) Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (20/2), menerima  Dubes Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet beserta delegasi MEDEF (Mouvement des entreprises de France). Menteri Perindustrian didampingi oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan (kiri) serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan P. Roeslani (Kanan).

Pertemuan ini dilakukan untuk memaparkan peluang investasi di Indonesia kepada para pengusaha Perancis. Dalam pertemuan ini Menteri Perindustrian Airlangga mengajak sekitar 50 pimpinan perusahaan asal Perancis yang tergabung dalam MEDEF untuk meningkatkan investasi di Indonesia sekaligus bermitra dengan pelaku industri dalam negeri. Sektor-sektor yang akan dijajaki kerja sama, antara lain industri galangan kapal, perawatan pesawat, dan kereta api.

“Mereka lebih banyak ingin mengetahui peluang dan kepastian hukum untuk berinvestasi di Indonesia serta kebijakan di sektor industri seperti impor barang,” kata Menperin yang dikutip laman kemenperin.go.id, Senin (20/2).

MEDEF sendiri merupakan Federasi Pemimpin Pengusaha Perancis yang berdiri sejak 1998. Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dengan negara Perancis telah terjalin dengan baik sejak September 1950 dan cenderung terus meningkat tanpa masalah-masalah yang mengganggu hubungan bilateral kedua negara.

Pada pertemuan tersebut, Airlangga menjelaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif serta kemudahan berusaha melalui deregulasi dan paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan. Seperti penurunan harga gas industri dan harga komoditas mulai bangkit, itu menjadikan perekonomian di Indonesia akan lebih baik tahun ini.

Airlangga sempat mengutip data Organisasi Pembangunan Industri PBB (UNIDO), yang menunjukkan nilai tambah industri Indonesia pada 2015 berkontribusi 1,93 persen terhadap nilai tambah industri dunia. Nilai ini sama dengan Inggris serta lebih besar dari kontribusi Rusia (1,77 persen), Meksiko (1,70 persen), dan Kanada (1,45 persen).

Airlangga juga menyampaikan beberapa kawasan industri di Tanah Air yang siap diisi oleh investor karena telah didukung dengan fasilitas penunjang seperti pelabuhan dan infrastruktur lainnya. Misalnya di Kawasan Industri Bitung, Sulawesi Utara ditawarkan pengembangan industri galangan kapal. Sedangkan di Kawasan Industri Bintan, Kepulauan Riau dijadikan kawasan pengembangan industri perawatan pesawat atau MRO

Di samping itu, lanjut Airlangga, terdapat Kawasan Industri Sei Mangke, Sumatera Utara yang difokuskan pada pengembangan oleo chemical, Kawasan Industri Dumai, Riau dan Kawasan Industri Berau, Kalimantan Timur yang akan dibangun menjadi Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ), serta Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dan Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara yang menjadi pusat pengembangan industri smelter berbasis nikel. Menperin berharap, peningkatan investasi ini akan menambah kemitraan pelaku industri Indonesia dan Perancis.

Sementara itu, Ketua KADIN Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyambut baik pertemuan bilateral ini karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi dengan adanya peningkatan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : Kemenperin

2 comments

  1. I love this site – its so usefull and helpfull.
    [url=http://www.ladartleague.com/arsenal-hjemme.no]arsenal hjemme drakt[/url]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*