Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Tumbuh 5,30 Persen

(Berita Daerah – Sumatera) Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dipengaruhi oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Tahun 2016, Provinsi Bengkulu mencatatkan kenaikan pertumbuhan ekonomi dari tahun sebelumnya yakni mencapai 5,30 persen, dimana tahun 2015 hanya mencapai angka 5.13 persen. Saat itu, PRDB Bengkulu atas harga berlaku mencapai Rp 55,40 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 40.08 triliun.

Mengutip dari laman bengkuluprov.go.id, Senin (20/2), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aden Gultom mengatakan bahwa peningkatan ekonomi tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, dilihat dari sisi produksi, maka pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 17,80 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9.67 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen ekspor barang dan jasa sebesar 7,21 persen.

Ekonomi Provinsi Bengkulu di triwulan IV-2016 mengalami pertumbuhan sebesar 2,19 persen bila dibandingkan triwulan III-2016 (q to q). Dimana dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 7.00 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 8.3 persen.

Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2016 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan administrasi pemerintahan. Besaran peranan ketiga lapangan usaha ini yakni masing-masing, pertanian sebesar 28,82 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 14,91 persen, dan administrasi pemerintah sebesar 8,77 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dan impor barang dan jasa masing-masing sebesar 65,85 persen dan 65,59 persen.

Struktur perekonomian di Pulau Sumatera, Bengkulu masih berada urutan yang terkecil dengan besaran 1,99 persen, sementara untuk Provinsi Riau masih mendominasi yakni mencapai 24,47 persen, diikuti oleh Provinsi Sumatera Utara mencapai 22,53%.

Provinsi Bengkulu miliki potensi di pengadaan listrik dan gas, dimana sektor ini merupakan sektor yang menarik bagi investor baik dalam negeri maupun luar negeri, maka kesempatan untuk menarik investor makin terbuka. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2016, menempatkan Provinsi Bengkulu menjadi urutan ke 16, dimana investasi dari dalam negeri banyak ambil bagian. Maka diharapkan di tahun 2017, Provinsi Bengkulu akan mengalami peningkatan investasi baik dalam negeri maupun luar negeri, sehingga mempengaruhi tingkat kenaikan dari perekonomian Bengkulu sendiri.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Bengkuluprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*