Sri Mulyani

Menkeu Targetkan Pertumbuhan Investasi Tumbuh 8%

(Berita Daerah – Jakarta) Setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3) petang, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam range 5,4%-6,1% pada 2018, ada sejumlah langkah yang harus dipenuhi, diantaranya bagaimana perkembangan tahu 2017 sampai dengan semester I ini, dan juga bagaimana pertumbuhan investasinya.

“Presiden sangat menekankan, skenario apapun semuanya membutuhkan investasi lebih besar. Jadi, growth dari investasi yang harus di atas 8% yang sekarang ini hanya 6%,” kata Sri Mulyani yang dikutip laman setkab.go.id, Rabu (15/3).

Untuk bisa mencapai 8%, menurut Menkeu, tidak mungkin hanya memompa dari defisit APBN saja. Yang paling penting adalah dari swasta. Dari swasta itu, lanjut Menkeu, termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market, dan dari sisi BUMN.

Mengenai pertumbuhan ekonomi 2017 sendiri, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, kemungkinan bisa lebih tinggi dari asumsi 5,1% mungkin bisa naik jadi 5,2% atau bahkan ada yang optimistis jadi 5,3%.

Kemudian dari sisi harga minyak, menurut Menkeu, sudah lebih tinggi dari 45 dolar AS per barel. Lalu inflasi, Presiden sudah menekankan supaya tetap dijaga apabila harga-harga pangan tetap stabil. “Tapi ini ada tekanan yang cukup real dari sisi inflasi. Kemudian kurs juga karena inflasi kita relatif lebih tinggi, mungkin juga akan mengalami tekanan,” ujarnya.

Beban asumsi makro ini, lanjut Menkeu, tentu akan dilihat bagaiamana pengaruhnya ke APBN. Ia menyebutkan, dari sisi APBN beberapa pos seperti kalau harga minyak naik, kurs yang meningkat, maka kita akan dapat penerimaan dari sumber daya alam yang lebih tinggi. Namun, pada saat yang sama apabila subsidi tidak dilakukan perubahan kita juga akan mengalami kenaikan subsidi. Hitungannya terutama untuk LPG, kemudian BBM, dan juga kenaikan dari solar.

Sri katakan bahwa kenaikan-kenaikan itu saling menghilangkan, sehingga bagaimana kita bisa mengelola APBN tetap tidak terlalu berbeda jauh namun momentum program pemerintah dan pergerakan ekonomi tidak terganggu. Ini yang tadi kita persentasikan.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*