Menperin : Industri Keramik Merupakan Sektor Unggulan Nasional

(Berita Daerah – Jakarta) Pada Pembukaan Pameran Keramika 2017 di Jakarta, Kamis (16/3), Pemerintah mendorong pengembangan sektor industri keramik nasional. Pameran yang diikuti 48 peserta dari berbagai negara, antara lain Tiongkok, India, Italia, Amerika Serikat, dan Turki. Kegiatan ini ditargetkan mampu menarik pengunjung hingga 50 ribu orang.

Industri keramik nasional masih cukup prospektif dalam jangka panjang seiring dengan pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat. Peluang pengembangan sektor ini didukung pula adanya program pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur serta pembangunan properti dan perumahan, yang diharapkan akan menggenjot konsumsi keramik nasional.

“Industri keramik menjadi salah satu sektor unggulan karena ditopang oleh ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang dikutip laman kemenperin.go.id, Kamis (16/3).

Airlangga menyebutkan, kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional tahun 2016 sebesar 580 juta meter persegi dengan realisasi mencapai 350 juta meter persegi. “Utilisasinya sekarang 65 persen, jadi harus ditingkatkan lagi. Kalau sudah mampu produksi 100 persen, kita bisa menjadi produsen keramik nomor empat di dunia,” tuturnya.

Dengan jumlah kapasitas produksi saat ini, sekitar 87 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, dan sisanya diekspor kenegara-negara di kawasan Asia, Eropa dan Amerika. Sementara itu, produksi untuk jenis tablewaremencapai 290 juta keping, sanitari sekitar 5,4 juta keping, dan genteng (rooftile) sebanyak 120 juta keping.

“Prospek industri keramik nasional juga dapat dilihat dari pemakaian konsumsi keramik di Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan di negara ASEAN lainnya,” ungkapnya. Untuk itu, produsen keramik diminta melakukan diversifikasi produk dengan berbagai desain serta menggunakan motif khas Indonesia untuk meningkatkan permintaan dari konsumen.

Bahkan, lanjut Airlangga, yang juga tidak kalah penting adalah industri keramik perlu melakukan pembaruan sarana dan prasarana penunjang produksi. Menperin meyakini, industri keramik Indonesia mampu berkompetisi di era perdagangan bebas dan berekspansi ke mancanegara.

Industri keramik merupakan salah satu kelompok manufaktur yang menjadi penggerak pertumbuhan industri nasional selama 25 tahun terakhir. Sektor yang diandalkan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri tahun ini yang ditargetkan bisa melampaui lima persen sehingga menambah sumbangan pada perekonomian nasional. Industri keramik nasional ini perlu didukung oleh SDM yang kompeten dan mampu menyerap tenaga kerja yang besar di sektor padat karya.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, melalui Pameran Keramika, menjadi ajang para pelaku industri domestik menampilkan beragam produk-produk unggulannya dari penerapan teknologi terkini.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kemenperin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*