Sawah

Pembangunan Berkesinambungan, Jateng Menganggap Penting Investasi dan Lahan Pertanian

(Berita Daerah – Jawa Tengah) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menganggap penting sebuah perencanaan tata ruang dan wilayah (RTRW) yang berpijak kepada tiga unsur pilar utama seperti ekonomi, lingkungan dan sosial guna mendorong pembangunan daerah yang berkesinambungan.

Seperti yang dikatakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng)  Ganjar Pramono saat menjadi  narasumber dalam acara Kuliah Tamu Program Studi Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ganjar mengatakan bahwa meski saat ini wilayahnya sangat terbuka terhadap masuknya investasi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, namun lahan pertanian di Jawa Tengah tetap harus dilindungi.

Untuk itu Ganjar menekankan bahwa dalam melakukan pengembangan wilayah mesti berpedoman pada RTRW yang ada untuk menjaga lahan pertanian yang ada. Selain itu juga Pemprov Jateng juga memanfaatkan kartu tani untuk mengontrol luasan lahan pertanian. Kartu tersebut selain mengontrol penyaluran pupuk bersubsidi namun juga bisa untuk mengetahui luas lahan pertanian yang dimiliki oleh petani dan komoditas apa saja yang ditanam.

Dengan mengunakan kartu tani ini juga Pemprov Jateng juga bisa langsung mengecek pemiliknya atau bukan. Kalau pemilik, lahannya di mana, tanamnya apa. Jadi, saya bisa kontrol pupuk, saya bisa kontrol komoditas, saya bisa kontrol harga, ujar Ganjar.

Pada 2016, imbuh Ganjar, Jawa Tengah mengalami surplus beras sebanyak 3,6 juta ton. Namun, jika tidak ada upaya pemerintah untuk melindungi lahan pertanian, lahan-lahan produktif terancam dialih fungsikan untuk industri. Apalagi hampir 77,7 persen petani di Jawa Tengah merupakan petani gurem yang hanya memiliki 0,2-0,3 hektare dan masih dibawah garis kemiskinan. Sehingga mereka mudah terbujuk menjual sawahnya karena himpitan ekonomi.

Pemprov Jateng bersama seluruh jajaran pemerintahan didalamnya akan terus berupaya untuk lebih mengembangkan petani. Salah satunya dengan modernisasi pertanian agar petani lebih bergairah lagi untuk mengolah lahan pertaniannya.

Seperti pemberian bantuan traktor, transplanter dan combine harvester bagi petani yang ingin terus menggarap sawahnya. Pemerintah juga mesti memberikan insentif benih dan asuransi agar nantinya banyak anak-anak muda yang mau berprofesi sebagai petani. Sehingga, sektor pertanian di Jawa Tengah dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Pemprov Jateng sangat berkeinginan memodernkan pertanian. Maka perlu suatu terobosan yang dapat menggairahkan petani dan anak muda untuk menggarap sawah, ujar Ganjar.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image  : BD

2 comments

  1. Fastidious answer back in return of this question with genuine arguments and telling the whole thing concerning that.

  2. Thanks for sharing your thoughts about gaming accessories.
    Regards

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*