b57dca78869b390bbaadabbb5ef87079

Perluas Pasar Industri Jatim ke Pasar Global, Gubernur Serahkan Sertifikasi bagi IKM

(Berita Daerah – Jawa) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menganggap penting adanya sertifikasi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) berstandar orientasi ekspor untuk menembus pasar dalam dan luar negeri, khususnya kawasan ASEAN. Dengan demikian IKM mampu berlari lebih cepat dalam pertarungan di pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan pasar global.

Mengutip laman jatimprov.go.id, Senin (20/3), Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa pasar internasional memerlukan standarisasi, baik SNI, ISO dan standar yang berlaku lainnya. Sebab tanpa sertifikasi standarisasi produk-produk IKM tidak bisa menembus pasar global.

Sebenarnya cara berpikir para IKM sudah benar karena mengepankan dan mengejar standarisasi, ujar Soekarwo. Tetapi kemauan IKM yang begitu bersemangat menjadi kurang karena sosilisasi yang kurang. Oleh sebab itu Pemerintah akan memanfaatkan tempat-tempat pembayaran pajak milik Dispenda di kabupaten/kota bisa untuk sosialisasi dan mengurus izin serta proses standarisasi.

Sebagai informasi, pada 2016 neraca perdagangan Jawa Timur dengan negara-negara ASEAN yang bergabung dalam MEA mengalami surplus 980 juta dollar AS. Ini membuktikan produk Indonesia khususnya dari Jawa Timur telah menguasai dan menang di pasar ASEAN. “Kecuali dengan Thailand dan Myanmar, Jawa Timur mengalami defisit,” kata Gubernur.

Menurutnya, meski begitu masih ada yang perlu dibenahi, antara lain desain kemasannya. Karena memang belum ada perguruan tinggi yang membuka jurusan merancang kemasan produk yang baik dan bagus.

Oleh sebab itu Pemprov Jawa Timur melalui Diserindag serta Dinas Koperasi dan UMKM dalam waktu dekat akan mengadakan kerjasama dengan Bank Mandiri membuat inkubator/pusat pusat pelatihan untuk mempelajari standar produk dan kemasan seperti apa yang dikehendaki pasar global.

Di Jawa Timur tercatat sekitar 1500 IKM dari 6,8 juta IKM yang hasil produknya sudah bersertifikat standar SNI, International Organization for Standardization (ISO), bracket, batik mart, merek dan sertifikasi uji produk.

Dari 1500 IKM yang telah bersertifikasi baru 800 IKM produknya diekspor, sisanya diharapkan segera menyusul untuk go internasional masuk pasar ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, M Ardi Prasetiawan, mengatakan, sertifikasi membantu para IKM dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap standar mutu prodak yang dihasilkan oleh IKM.

Pada acara ini diserahkan sertifikasi berstandar Badan Serifikasi Nasional (BSN) hasil fasilitasi Disperindag Prov Jawa Timur selama Tahun 2015-2016 sebanyak 450 IKM. Kemudian acara dilanjutkan acara diseminasi dengan nara sumber dari Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetyo yang diikuti oleh 450 orang dari IKM dari kabupaten/kota di Jawa Timur.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : Jatimprov

3 comments

  1. I am regular visitor, how are you everybody? This post posted at this web site is in fact good.

  2. I’m really impressed with your writing skills and
    also with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did
    you customize it yourself? Either way keep up the
    nice quality writing, it is rare to see a great blog like
    this one these days.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*