Presiden Resmikan PLTG MPP di Kabupaten Mempawah, Kalbar

(Berita Daerah – Kalimantan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya beberapa hari di Kalimantan Barat, juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobile Power Plant (PLTG MPP) Parit Baru 4 X 25 MW, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (18/3) siang.

Dalam peresmian PLTG MPP dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirut PLN Sofyan Basyir, dan Gubernur Kalbar Cornelis

Menurut Presiden, dirinya memang ingin semua pembangunan PLTG itu dikerjakan cepat, karena di semua provinsi, kota, atau kabupaten keluhannya sama yaitu kekurangan listrik dan byarpet. Oleh sebab itu, kenapa dipilih mobile power plant, menurut Presiden,  karena membangunnya lebih cepat. Bila menggunakan batubara bisa sampai 4,5 tahun sampai 5 tahun. Tapi ini bisa dikerjakan cepat. Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa ini adalah mobile power plant artinya setiap bisa dipindah ke pulau yang lain, ke tempat yang lain yang juga sangat membutuhkan.

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi telah mengizinkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang sempat mangkrak diteruskan. Dengan catatan, sisi proses hukumnya harus sudah beres, dan dibangun sesuai dengan keinginan pemerintah.

“Yang berkaitan dengan 34 pembangkit listrik kita yang mangkrak. Saya titip, ini titip, yang bisa ini diteruskan silakan diteruskan, tetapi dengan catatan-catatan sisi hukumnya harus sudah beres. Yang kedua dibangun betul sesuai dengan kualitas yang kita inginkan,” kata Presiden Jokowi yang dikutip laman setkab.go.id, Sabtu (18/3).

Presiden menegaskan, dirinya tidak mau nanti jika pembangkit listrik tersebut jadi, kapasitasnya hanya 30% atau 40%. Ia ingatkan dirinya bisa mencek itu, “Jadi jangan main-main dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknis, detil. Pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliunan,” tegas Presiden.

Presiden menilai, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan 34 pembangkit listrik mangkrak yang tersebar di seluruh Indonesia itu sangat besar. Karena itu ia mempersilakan diteruskan sepanjang masalah hukum sudah selesai.

Yang kedua, tegas Presiden, dikerjakan dengan benar sehingga kapasitasnya nanti bisa maksimal. Meski mengizinkan untuk melanjutkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang mangkrak karena dana yang habis di situ juga sudah banyak, tetapi Presiden Jokowi mewanti-wanti jangan dimain-mainkan lagi.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Setkab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*