HARGA KAKAO MENURUN

Indonesia Jadi Negara Pengekspor Kakao Terbesar Ketiga Dunia

(Berita Daerah –  Sulawesi) Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kakao (cokelat) terbesar dunia, yang sekarang telah mampu mengekspor ke berbagai negara.  Di Indonesia sendiri, daerah-daerah yang menjadi penghasil kakao seperti Sulawesi, Lampung, Papua, dan sebagainya.

Sedangkan Wilayah Sulawesi sudah dikenal sebagai penghasil kakao terbesar. Khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni dengan 7 Kabupaten penghasil kakao terbaik. Adapun sekarang daerah pusat pengembangan kakao itu berada di Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bone,  Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bantaeng.

Di daerah Sulsel sendiri sudah ada beberapa daerah potensial dalam menghasilkan produksi kakao, dari 7 daerah itu yang disebutkan diatas, ada 2 diantaranya masuk dalam pengembangan khusus yakni, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Soppeng.

Mengutip dari laman sulselprov.go.id, Senin (10/4), Creative & Corporate Communication Manager PT Gandum Mas Kencana, Iman Setia mengatakan sebagai produsen cokelat pihaknya sangat bangga dengan cokelat Indonesia. Sebab perlu diketahui bahwa cokelat yang berasal dari Indonesia itu memiliki kualitas  sejajar dengan cokelat lain kelas dunia.  Mengapa ? Karena kualitas cokelat di Indonesia tidak kalah dengan cokelat negara lainnya, hal itu karena kualitas cokelat yang dihasilkan Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena penyebaran kakao di nusantara memiliki ciri khasnya masing-masing.

Tanah di Indonesia paling bagus untuk menanam cokelat. Sementara daerah utama penghasil cokelat adalah Sulawesi, Jawa Timur, Bali dan Papua. Selama ini, orang kenalnya cokelat Belgia sebab mereka mempunyai teknologi pengolahan cokelat yang bagus. Indonesia sudah mengekspor cokelat ke Eropa dan Afrika. “Bisa saja cokelat yang diolah di Eropa itu cokleat dari Indonesia. Cokelatnya dari kita, namun mereka memiliki teknologi pengolahan cokelatnya,” ujar Iman

Bagi masyarakat di Indonesia konsumsi cokleatnya masih termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Di Indonesia satu orang konsumsi cokelat setahun hanya mencapai beberapa gram. Padahal di Malaysia dan Eropa satu orang konsumsi cokelat bisa per kilogram per tahun.

“Di Indonesia cokelat masih dianggap sebagai barang mahal. Ini tantangan sekaligus pangsa pasar bagi produk cokelat di dalam negeri,” kata Iman.

Kalau diperhatikan maka prospek ekonomi di bidang cokelat, masih sangat menjanjikan selain untuk pangsa pasar dalam negeri juga luar negeri. Ekspor cokelatnya selama ini dilakukan ke negara Tiongkok, Timur Tengah, Filipina, Malaysia, Singapura, Eropa, Rusia, India, dan Mesir. Berarti masih banyak peluang yang dapat ditawarkan yakni dengan membuka pabrik pengolahan coklat di beberapa lokasi, sementara untuk lahan di Indonesia itu subur, maka yang perlu lagi yakni investasi di bidang teknologinya. Dengan begitu produksi kita akan semakin meningkat serta memiliki kualitas yang lebih lagi, serta cepat untuk waktu pengerjaannya.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*