Kementerian ESDM Dorong Pelaku Sektor Energi Bangun Pembangkit di Wellhead dan Mine Mouth

(Berita Daerah – Jakarta) Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong para pelaku sektor energi, terutama ketenagalistrikan untuk semakin efisien. Wujud efisiensi ketenagalistrikan akan dilihat dari tarif listrik yang semakin lama semakin terjangkau.

Mengutip laman esdm, Selasa (11/4) Menteri ESDM, Ignasius Jonan menegaskan bahwa arah kebijakan untuk menekan biaya-biaya semaksimal mungkin (least cost), terutama untuk listrik. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri forum energi dengan tema Powering Indonesia’s Future: Shaping The Energy Sector di Jakarta.

Kementerian ESDM tengah melakukan beberapa terobosan untuk ketenagalistikan. Pertama pemerintah mendorong pihak-pihak yang ingin bekerjasama di ketenagalistrikan dengan PT PLN (Persero), terutama listrik yang bersumber dari Gas, untuk membangun pembangkit di mulut sumur (wellhead). Dengan demikian pemerintah yakin dalam jangka panjang akan lebih murah untuk menghadirkan listrik, ujar Jonan.

Hal ini diperkuat dengan adanya usulan yang disampaikan perwakilan ENI Indonesia kepada Menteri Jonan yang ingin membangun pembangkit listrik gas mulut tambang offshore terbesar dan pertama di Indonesia. “Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) offshore direncanakan di Makassar. Dengan kapasitas 400-500 MW. Floating dan berada di wilayah laut dalam. Kami mendukung itu. Jika kita membangun pembangkit di mulut sumur, akan mengurangi biaya transportasi dan biaya lainnya,” ungkap Jonan.

Tidak hanya listrik yang bersumber dari Gas, Menteri Jonan menyatakan Pemerintah juga mendorong pembangunan PLTU di lokasi mulut tambang (mine mouth). “Sehingga pembangkit berada di satu lokasi, satu pulau. Mengandalkan sumber daya yang ada di lokasi tersebut,” papar Menteri Jonan.

Terkait batubara, Jonan menambahkan, harga batubara yang merupakan komoditas global sulit diprediksi. Menurutnya produsen batubara di Indonesia masih rentan terkena dampak pergerakan harga batubara karena jumlah produksinya yang masih sedikit dibanding negara lain, terutama Cina.

“Saat ini Cina memproduksi 3 Triliun Ton batubara dengan konsumsi sekitar 3.5 – 3.6 Triliun Ton per tahun. Jika Cina dibolehkan menambah 10% produksi batubara menjadi 3.3 triliun ton, para produsen batubara Indonesia akan terkena dampak. Saat ini Indonesia memproduksi 400 juta ton per tahun dengan konsumsi domestik 20% atau 80 juta ton untuk listrik dan pembangkit,” papar Jonan. Oleh karenanya, pembangunan PLTU di mulut tambang menjadi solusi utama.

Pengaturan lebih detil tentang pembangunan PLTU di mulut tambang serta PLTG di mulut sumur telah diatur dalam 2 Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Pengaturan pembangunan PLTG ditetapkan dalam Permen ESDM Nomor 11 tahun 2017 tentang pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit tenaga listrik. Sementara Permen ESDM Nomor 19 tahun 2017 tentang pemanfaatan batubara untuk pembangkit listrik dan pembelian kelebihan tenaga listrik (excess power) mengatur pembangunan PLTU di mulut tambang.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : esdm

One comment

  1. Hi there I am so delighted I found your site, I really found you by accident, while I was looking on Bing for something else, Regardless I am here now and would just like to say thanks a lot for a marvelous post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read through it all at the minute but I have bookmarked it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a great deal more, Please do keep up the excellent jo.
    [url=http://www.ayacara.org/category/business/supplies/]Maglia Manchester City Bambino[/url]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*