Objek Wisata balige

Bagaimana Menarik Investor untuk Tourism Industri ?

Apa sebenarnya yang investor cari ? Pertama-tama tentunya potential solid return sesuai motif setiap pengusaha adalah mendapatkan pendapatan dari modal yang ditanam. A good reason to invest seperti alasan ekonomi, kesenangan membuat sesuatu yang baru dan menolong masyarakat juga merupakan motif investor berinvestasi. Seringkali alasan berinvestasi adalah membentuk solid management team yang memang dibangun melalui proyek-proyek investasi. Banyak lagi motif sebuah korporasi atau individu berinvestasi, ketepatan mengetahui motif mereka berinvestasi membuat sebuah transaksi investasi dapat terjadi.

Namun selain alasan-alasan tersebut, terdapat beberapa faktor penting dalam industri pariwisata yang perlu dipersiapkan untuk membuka pintu bagi investor. Vibiz Regional Investment Index telah memetakan hal ini dengan tujuan membawa peningkatan daya saing daerah (regional competitiveness) atau sebuah negara. Dimulai dari kesiapan infrastruktur pariwisata yang merupakan kontribusi pemerintah dalam pengembangan daerah seperti bandara, jalan-jalan, pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Kebijakan dan regulasi, merupakan faktor selanjutnya sebagai jaminan untuk keamanan dalam berinvestasi, regulasi yang berubah-ubah dan birokrasi yang rumit menjadi penghalang bagi investor untuk berinvestasi. Price competitiveness dilihat juga sebagai faktor yang mempengaruhi keputusan investor berinvestasi, dengan perkembangan informasi saat ini, seorang investor sangat cepat membandingkan penawaran dari setiap negara satu dengan yang lainnya. Cost competitiveness merupakan faktor yang dilihat oleh investor, hal ini sangat wajar dalam berinvestasi, semakin besar biaya yang dikeluarkan semakin investor berharap keuntungan yang lebih besar.

Faktor kesehatan dan kebersihan, sumber daya alam yang ditawarkan, budaya-budaya yang ditawarkan, faktor keamanan dan kenyamanan, kesiapan sumber daya manusia, dan iklim politik sebuah negara merupakan faktor yang meningkatkan daya saing sebuah Negara. Daya saing yang kuat merupakan gerbang yang terbuka untuk masuknya investasi ke sebuah negara. Paralel dengan daya saing daerah, perusahaan akan melihat juga bagaimana kinerja industri pariwisata sendiri yang dipengaruhi oleh jumlah wisatawan yang datang ke sebuah negara.  Jumlah wisatawan semakin banyak semakin menarik bagi investor karena berdampak pada peningkatan pendapatan dan nilai pengembalian modal.

Dari sisi Indonesia, infrasruktur saat ini memang menjadi prioritas bagi pemerintah, dan sedang bergulir dilaksanakan di seluruh Indonesia, khususnya pada industri pariwisata maka sepuluh daerah ‘Bali baru’ sudah berbenah dari sisi infrastrukturnya. Sebagai contoh akses ke Danau Toba saat ini bisa ditempuh melalui jalur udara, darat dengan travel atau kendaraan pribadi, juga sebentar lagi akan disediakan kereta api dari Bandara Kualanamu. Faktor kebijakan dan regulasi yang mempengaruhi daya saing negara sedang terus dibenahi melalui penyederhanaan berbagai peraturan oleh Presiden Jokowi. Demikan pula faktor-faktor yang lainnya sebagai penunjang untuk meningkatkan dampak industri pariwisata. Tidak kalah penting adalah gencarnya Indonesia juga mempromosikan pariwisata ke berbagai negara. Bila hal ini dilakukan secara konsisten akan membawa masuknya investor masuk ke dalam negeri.

Fadjar 2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Executive Director Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*