HARGA IKAN NELAYAN JATUH

Perbaikan Infrastruktur Berdampak Pada Peningkatan Produktivitas Budidaya Perikanan

(Berita Daerah – Jakarta) Beberapa upaya terus dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan hasil dan kualitas produk perikanan budidaya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menata infrastruktur lahan tambak tradisional di Indonesia. Lahan tambak tradisional yang ada saat ini belum tertata dengan baik.

Data KKP menunjukkan potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta hektare dengan total pemanfaatan hingga 2015 hanya 715.846 ha atau baru sekitar 24,1%. Dari data luas lahan yang dimanfaatkan itu, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60% dari total lahan termanfaatkan.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan tantangan terbesar pengembangan budidaya udang dan ikan di kawasan tambak adalah penuruan kualitas lingkungan yang memicu kemunculan hama dan penyakit ikan. Kejadian ini dipicu oleh kondisi infrastruktur tambak yang buruk.

“Penting bagi KKP menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam mendorong penataan kawasan perikanan budidaya, yaitu melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas budidaya,” kata Slamet dalam siaran  tertulisnya kepada media di Jakarta, Sabtu (15/4).

Menurutnya, tantangan terbesar pengembangan budidaya udang dan ikan, khususnya di kawasan tambak, adalah penuruan kualitas lingkungan yang memicu hama dan penyakit ikan. Kejadian itu, salah satunya karena dipicu oleh kondisi infrastruktur tambak yang buruk. Sehingga, penting perencanaan untuk penataan kawasan budidaya yang terintegrasi.

“Tambak-tambak tradisional inilah yang butuh penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah,” ujarnya

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Arik Wibowo menambahkan salah satu program prioritas KKP 2017 adalah revitalisasi kawasan perikanan budidaya untuk menjawab permasalahan pengelolaan kawasan perikanan budidaya. Program itu dilakukan dengan merehabilitasi saluran irigasi tersier tambak udang vannamei dan kolam udang galah.

Dia menuturkan revitalisasi akan difokuskan di 12 kabupaten. Untuk rehabilitasi tambak udang vannamei akan dilakukan di Kabupaten Mamuju Utara, Lampung Timur, dan Kolaka. Untuk tambak udang windu, akan dilakukan di Kutai Kartanegara, Pangandaran, dan Kota Tarakan. Sementara itu, rehabilitasi program silvofishery (polikultur udang windu, bandeng dan rumput laut) dilakukan di Bekasi. Adapun revitalisasi kolam udang galah akan dilakukan di Kabupaten Pangandaran, Garut, Banjar, Ciamis, Subang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Arik menyampaikan dengan dilakukan revitalisasi kawasan perikanan budidaya ini diharapkan meningkatkan produktivitas budidaya sehingga mampu menggenjot produksi dan tentunya pendapatan masyarakat pembudidaya. KKP sejak 2012 telah aktif melakukan upaya-upaya revitalisasi tambak, yang mana fokusnya adalah perbaikan infrastruktur tambak masyarakat. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*