PLTP Baturaden Dikembangkan dengan Kapasitas Sebesar 220 MW

(Berita Daerah – Jawa) Panas bumi atau geothermal merupakan energi panas yang tersimpan di dalam permukaan bumi belum sepenuhnya dimaksimalkan pemanfaatannya di Indonesia. Potensi panas bumi di daerah seperti Jawa Barat, dan Jawa Tengah memiliki potensi yang besar. Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam hal ini diwakili oleh Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, (13/4)

Dalam kunjungan ini diawali dengan melakukan koordinasi dengan Bupati Banyumas beserta jajarannya, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, instansi terkait dan PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE) berkaitan dengan pengembangan proyek PLTP Baturaden yang diusahakan oleh PT SAE, dimana salah satu tujuan koordinasi ini adalah kepastian dimulainya kembali aktivitas kegiatan usaha panas bumi di proyek PLTP Baturaden setelah 3 (tiga) bulan terhenti akibat pengelolaan disposal yang memengaruhi Sungai Prukut.

Proyek PLTP Baturaden termasuk di dalam proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW Tahap II. PLTP Baturaden direncanakan akan dikembangkan dengan kapasitas sebesar 220 MW dan ditargetkan dapat beroperasi tahun 2023 dan 2024.

Saat ini pada proyek PLTP tersebut dalam tahap kegiatan eksplorasi. Pada saat dilakukan kunjungan ke lapangan, saat ini sedang dilakukan pekerjaan infrastruktur yaitu pembuatan akses jalan sepanjang 2700 meter ke lokasi pemboran (Wellpad F), area utilitas dan konstruksi Wellpad F.

Selain itu, saat ini juga dilakukan pengelolaan sumber mata air di sekitar lokasi proyek dikarenakan sumber mata air ini bermuara ke Sungai Prukut yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Cilongok untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pertanian, perikanan dan industri tahu.

Investasi yang telah dikeluarkan oleh PT SAE untuk mengembangkan WKP Baturaden sampai dengan akhir tahun 2016 sebesar US$ 13.206.381. PT SAE juga telah melakukan program pemberdayaan masyarakat seperti perekrutan tenaga kerja lokal untuk pengembangan proyek PLTP Baturaden. Selain itu, juga telah dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan dan jembatan untuk mendukung proyek tersebut serta supply air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

Berkaitan dengan pengembangan proyek PLTP Baturaden, Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat mendukung dan berharap dalam pengusahaannya harus memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan panas bumi.

Yunus Saefulhak, menyampaikan bahwa proyek PLTP Baturaden ini merupakan proyek strategis yang harus dikawal dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional.

Penggunaan energi panas bumi pembangkit listrik membutuhkan investasi yang cukup besar dan lokasi pengeboran pun tidak bisa sembarangan.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*