Kaltara : Fokus Usulan Pembangunan Kepada Konektivitas dan Energi

(Berita Daerah – Kalimantan) Sebagai koordinator Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie memaparkan sejumlah kegiatan strategis dan prioritas di seluruh Kalimantan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrembang) Kalimantan. Adapun tujuan dari forum kerjasama ini adalah untuk membahas usulan bersama tiap provinsi di Kalimantan sehingga tercipta sinergitas pembangunan di Pulau Kalimantan.

Mengutip dari laman kaltaraprov.go.id, Rabu (19/4), Irianto mengatakan bahwa belajar dari pengalaman sebelumnya, maka dua fokus usulan yakni  konektivitas dan pembangunan energi disepakati untuk tahun 2018. Selama ini, ada ratusan usulan yang disampaikan tiap provinsi ke pusat, namun kurang dari 30 persen dari usulannya berhasil dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dua fokus usulan tersebut yang sering menjadi permasalahan di Kalimantan. Ini juga sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki tiap provinsi di Kalimantan.  Dalam empat tahun terakhir ada 5 fokus pembangunan yang menjadi pembahasan yaitu konektivitas, ketahanan pangan, ketahanan energi, industri dan pariwisata, kemaritiman dan perbatasan dan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup. Tetapi tahun depan, akan difokuskan ke konektivitas dan ketahanan energi.

Jika fokus kegiatan tersebut terealisasi, maka Kalimantan mampu mensejajarkan diri dengan daerah lain yang artinya saatnya Kalimantan dibangun, itu berarti memajukan Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia dalam hal rencana pembangunan di Kalimantan, fokus kepada pembangunan infrastruktur dan energi.  Seperti program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden, yakni di pada tahun 2018, semuanya diarahkan harus sudah selesai. Sehingga tahun 2017 sudah fokus kepada program pembanguan infrastruktur sosial dan ekonomi.

Menilik fokus pembangunan terpadu infrastruktur ekonomi dan sosial, maka berdasarkan pemetaan geopolitik dan geostrategic, yang dipikirkan oleh Pemerintah Indonesia saat ini adalah bagaimana pertumbuhan Kalimantan mampu mencapai target pembangunan setara dengan Sulawesi dan Sumatera.

Sementara itu, di Kalimantan seluruh pembangunan bermasalah dengan kesiapan infrastrukstur perhubungan darat dan energi. Untuk perhubungan udara dan laut, di pulau terluar wilayah Kalimantan telah terbangun bandar udara (Bandara) yakni Bandara Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Tjahjo mengatakan bahwa presiden menargetkan hingga akhir tahun 2018, tiga poros lintas di Kalimantan semuanya sudah terjangkau, sehingga konektivitas Sambas (Kalimantan Barat), Sebatik (Kaltara) terealisasi dengan baik. Selain infrastruktur, kunci pembangunan di Kalimantan adalah energi. Saat ini, di Kalimantan memang masih membeli listrik dari Serawak, Malaysia. Tapi tahun depan, sudah terencana pembangunan  pusat energi di Kalimantan, sehingga sepenuhnya ketahanan energi listrik untuk Indonesia mampu teralisasi.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kaltaraprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*