Pembangunan Trans Papua Jaga Kelestarian Taman Nasional Lorentz

(Berita Daerah – Jakarta) Pembangunan Jalan Trans Papua menjadi program prioritas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kawasan Timur Indonesia, berdasarkan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bumi Cenderawasih, memperlancar aksesibilitas jalan, mengatasi keterisolasian, serta menekan kemahalan harga di kawasan Pegunungan Tengah Papua memiliki tantangan tersendiri.

Apalagi sebagian ruas jalan Trans Papua Papua yaitu Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu sepanjang sekitar 284 kilometer melewati Taman Nasional (TN) Lorentz yang berstatus “Situs Alam Warisan Dunia”. Sehingga dalam pembangunan jalan Trans Papua harus memastikan keutuhan dan keaslian nilai-nilai warisan alam di TN tersebut.

Namun, Direktorat Jenderal Bina Marga berkomitmen pembangunan jalan tidak boleh merusak lingkungan. Karena hal itulah, dilakukan sinergi antara TN Lorentz, Badan Litbang Kementerian PUPR melalui Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) dan dilakukan diskusi bertajuk “Kebijakan Lingkungan dalam Pembangunan Jalan Trans Papua” di Jakarta, Selasa (18/4).

Kepala PKPT Rezeki Peranginangin mengatakan diskusi dilakukan atas tindak lanjut permintaan Dirjen Bina Marga untuk memastikan kegiatan kontruksi pembangunan jalan baik yang telah maupun yang akan dilaksanakan tidak merusak kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di TN Lorentz.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Osman H. Marbun mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi intens dengan Balai TN Lorentz. Beberapa isu lingkungan seperti die back (kepunahan) hutan Nothofagus, surutnya permukaan air Danau Habbema, berkurangnya gambut di dataran tinggi, dan sebagainya telah diakomodir di dalam Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) dan AMDAL hingga memperoleh izin lingkungan dari Gubernur Papua pada tanggal 22 Januari 2015.

“Untuk mencegah surutnya permukaan air Danau Habbena kami akan membangun drainase menyeluruh sepanjang badan timbunan menggunakan geogrid komposit,” jelas Osman.

Di sisi lain, Kepala Balai TN Lorentz A.G. Martana menegaskan tidak ada korelasi antara pembangunan jalan dengan die back spesies tanaman endemik Papua yang berasal dari hutan purba ini. Dugaan sementara mengenai isu punahnya Nothofagus disebabkan karena penyakit dan pemanasan global. Namun demikian, Tim dari KLH & K yang terdiri dari Balai TN Lorentz, P3E, Direktorat Kawasan Konservasi, bersama P2B LIPI dan kalangan akademisi tengah menginvestigasi lebih lanjut penyebab kepunahan Nothofagus agar dapat dilakukan langkah-langkah pengendalian die back.

Kementerian PUPR akan menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari PKPT, Puslitbang SDA, Puslitbang Jalan dan Jembatan untuk bersama-sama dengan Subdit Lingkungan dan Keselamatan Jalan, Direktorat Kawasan Konservasi KLH & K, LIPI, dan P3E Papua melakukan kajian lebih mendalam di lapangan untuk masalah kelestarian lingkungan TN Lorentz.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image  : PU

2 comments

  1. Heya i am for the first time here. I found this board and I in finding It really helpful & it helped me out a lot. I hope to give something back and help others like you helped me.
    [url=http://www.ayacara.org/category/recreation-sports/]Maglia Chelsea Bambino[/url]

  2. RoderickD Turkiet Thurmanvk
    MohammedN Portugal ShirleyMo
    ErnieVsa BVB Borussia Dortmund LavonBeer
    LayneDres Liverpool JaredWawn
    HildredNi Schalke 04 Mirarophl
    ZulmaRain Olympique De Marseille JanineWwd
    Catharine Sverige MaxwellVa
    RaulBlais Inter Milan GaleKumpe
    WilliamKa Schweiz EricabiY
    YongDrew Polen PerryArch
    HughCjjmq Island IvySabell
    PaulArmst Italien BarbMacar
    LQNEzekie Juventus StephenSc
    Ernestine Colombia AlyciaOro
    CourtneyV Spanien VerenaPul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*