kualanamu

Selayang Pandang Kota Medan

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi kota Medan, Sumatera Utara, terasa nyaman saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, yang tertata rapih, modern dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Kualanamu terkoneksi langsung ke Kota Medan melalui jalan raya, dan tersedia kereta api cepat yang melayani mulai jam 3.30 pagi dari Medan hingga terakhir jam 23.35 dari Kualanamu. Saya memilih untuk mencoba menggunakan kereta api yang jarang ada di kota lain di Indonesia. Stasiun kereta api ini dilayani secara professional oleh petugas-petugas yang berbeda dengan stasiun kereta api biasa, mereka berpakaian dan berperilaku layaknya pegawai bank yang sudah memiliki sikap pelayanan yang terlatih. Belakangan saya tahu bahwa pembayaran tiket juga dapat dilakukan melalui kartu kredit berlogo Visa dan Mastercard, dari berbagai bank. Interior kereta api ini, nampak modern, bersih dan tidak ada pedagang sama sekali didalamnya, dan getarannya boleh dibilang tidak terasa dibandingkan kereta api lainnya.

Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 30 menit untuk sampai ke kota Medan, Medan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, nampak sangat sibuk saat saya mengunjunginya. Kota Medan menjadi sangat penting karena berbatasan dengan Selat Malaka, yang menjadikan kota ini sebagai pusat perdagangan, industri, dan bisnis di Indonesia. Di Medan saya tinggal di sebuah hotel di jalan Jendral Sudirman, yang berada di pusat kota, hampir seperti Jakarta, Medan juga tidak pernah tertidur. Menyeberang di jalan Sudirman ada Rumah Sakit Elisabeth yang berjaga selama 24 jam, dan disekitarnya nampak kedai-kedai bertumbuh melayani keluarga dan pengunjung rumah sakit hingga pagi hari.

Malam itu setelah tiba di Medan saya menyempatkan diri untuk ke daerah kuliner, di jalan Semarang, Selat Panjang. Medan terkenal dengan kulinernya juga, memang benar bila disebut kota perdagangan, jalan tempat kuliner yang berjualan sampai dini hari adalah fakta yang membuktikannya. Pagi hari kota Medan sudah mulai sibuk dengan kegiatannya yang padat, di sebuah perusahaan tempat saya bertemu klien, mereka sudah hadir sejak jam 7 pagi bahkan lebih pagi lagi.

Satu hal yang menarik di Medan adalah sistem transportasi yang murah dengan kehadiran Gojek, Grab, yang melayani meskipun jarak dekat dengan harga yang lebih murah dari becak motor (bentor) kendaraan khas Medan. Sebagai bagian infrastruktur, transportasi ini mendukung aktifitas kegiatan masyarakat sehari-hari. Tantangan Medan saat ini adalah kota membutuhkan tambahan pasokan listrik, sebab saat saya disana masih rutin terjadi pemadaman karena keterbatasan daya yang sedang diupayakan penambahannya. Upaya itu antara lain adalah pengadaan Marrine Vessel Power Plant (MVPP) terbesar di dunia berkapasitas 240 megawatt yang akan tiba di Medan sebulan mendatang untuk mencukupi kebutuhan listrik Medan dan Sumatera Utara.

Fadjar 2

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Executive Director Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

8 comments

  1. charges for payday loan uk

  2. simulasi kredit motor Yamaha Force

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*