Triwulan I Naik 4,3 Persen, Menperin : Iklim Usaha Kondusif Jaga Pertumbuhan Industri

(Berita Daerah – Jakarta) Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi industri manufaktur besar dan sedang Indonesia di triwulan I-2017 naik 4,33 persen dalam setahun. Adapun produksi industri manufaktur mikro kecil triwulan I-2017 tumbuh 6,63 persen dalam setahun. Data ini menunjukan bahwa industri manufaktur skala mikro hingga besar menunjukkan geliat yang positif.

Dalam kunjungan kerjanya di Malang, Jawa Timur, Kamis (4/5), Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan industri nasional saat ini salah satunya ditopang oleh laju investasi di dalam negeri yang semakin meningkat. Di samping itu, giatnya pembangunan infrastruktur turut membuat pelaku usaha untuk berekspansi di Indonesia.

“Dalam rangka menjaga momentum kenaikan ini, yang terpenting adalah iklim bisnis di Tanah Air tetap kondusif. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi. Beberapa sektor seperti industri otomotif, tekstil, dan olahan susu telah merealisasikan investasinya,” kata Menperin yang dikutip laman kemenperin.go.id, Kamis (4/5).

Menperin optimistis, pertumbuhan tersebut akan lebih terdongkrak lagi apabila kebijakan penurunan harga gas dan listrik bagi industri seluruhnya dapat terealisasi. Selanjutnya langkah strategis lainnya yang perlu dilakukan oleh pemerintah, yaitu melakukan harmonisasi peraturan di segala lintas sektoral,menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan baku industri khususnya bahan baku yang berasal dari impor, serta melaksanakan promosi dagang ke pasar non tradisional, mencari informasi kebutuhan produk dan hambatan pasar dalam rangka pengembangan pasar ekspor baru.

Periode Januari-Maret 2017, nilai ekspor nonmigas hasil industri pengolahan naik 19,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Ekspor nonmigas Maret 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 1,78 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,51 miliar dan Jepang US$1,26 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,72 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,46 miliar.

Industri pengolahan mampu memberikan nilai tambah tinggi pada komoditas primer, menyediakan lapangan kerja, mendatangkan devisa dari ekspor, dan menghemat devisa ketika memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menperin memproyeksikan, industri pengolahan non-migas tumbuh di kisaran 5,2-5,5 persen dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1-5,4 persen pada tahun 2017.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
image  : Kemenperin

One comment

  1. Nice post. I find out some thing far more difficult on diverse blogs everyday. It’ll usually be stimulating to read content from other writers and practice just a little one thing from their shop. I’d prefer to utilize some using the content material on my weblog no matter whether you don’t mind. Natually I’ll give you a link on your internet blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*