Perlu Serius Kelola Danau, Guna Perbanyak Destinasi Wisata

(Berita Daerah – Jakarta) Pariwisata merupakan sektor yang dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian, oleh sebab itu penting sekali melakukan pengelolaan yang baik di sektor Pariwisata.  Seperti yang dikatakan oleh Menteri  Pariwisata, Arief Yahya yang menekankan pentingnya pengelolaan pariwisata khususnya daerah-daerah yang memiliki potensi destinasi wisata.

Menpar telah melihat adanya problem karamba yang membuat kualitas air danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia belum mendapatkan solusi, seperti yang terjadi di Danau Toba.  Padahal, di akhir Desember 2016, deadline-nya harus sudah selesai. Khususnya, bagi pemilik perusahaan-perusahaan pembesaran ikan itu, demikian disampaikan kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (10/5).  Lalu,  Kementerian PPN/Bappenas yang tengah bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI)  menyelenggarkan lokakarya nasional bertajuk Pengelolaan Danau Berkelanjutan: Sinergi Program dan Peran para Pemangku Kepentingan. Hal ini dilaksanakan karena kondisi serta permasalahan pengelolaan danau.  Dikupas juga disana,  empat danau yakni Danau Toba, Danau Maninjau, Danau Limboto, dan Danau Rawa Pening.  Dan rata-rata menghadapi masalah lingkungan yang sama, seperti karamba, enceng gondok, dan penurunan debit air.  Para bupati yang hadir disana, juga memaparkan secara gamblang realitas yang terjadi dalam mengelola danau di wilayahnya. Misalnya, isu karakteristik, masalah, dan pengelolaan danau yang berbeda.

Arief sendiri mengatakan bahwa danau memiliki peran penting untuk perekonomian warga. “Danau sebagai suatu destinasi wisata alam (nature) perlu dijaga dengan baik. Karena, semakin dilestarikan semakin menyejahterakan,” katanya.

Ini menjadi kesempatan bagi  Indonesia dalam memaksimalkan danau guna mendongkrak perekonomian melalui pariwisata yang terbuka sangat lebar. Sebab, Indonesia memiliki 840 danau dengan total luas mencapai 7.103 kilometer persegi.  Danau berfungsi sebagai sumber daya produktif, baik sebagai sumber air (baku) maupun untuk pemenuhan kebutuhan sosial dan ekonomi lainnya, sehingga perlu adanya sinergi pengelolaan danau antarinstansi, antarprogram, serta antarpemangku kepentingan.

Arief membahas tentang Danau Toba di Sumatera Utara, dimana Danau Toba sebagai satu dari sepuluh Bali Baru. Mengapa Danau Toba ? Danau Toba memiliki potensi menjadi world class tourism destination.  Selain, Danau Toba merupakan danau terdalam di dunia,  Danau Toba juga adalah danau vulkanik terbesar di dunia.  Danau terbesar kedua setelah Victoria Lake di Afrika.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, diperlukan terobosan agar dapat mengatasi permasalahan pengelolaan danau. Dan multiguna ekosistem danau dalam menopang kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya memerlukan sistem pengelolaan yang memenuhi kaidah tata ruang yang benar. Selain itu, juga dipelukan regulasi dan kelembagaan yang jelas dan kelestarian fungsi ekosistemnya yang terus terjaga.

Arief mengatakan bahwa pengelolaan Danau Toba mengambil Danau di Hangzhou, Tiongkok  sebagai benchmarkingnya. Pada 2015 lalu, danau yang dikenal dengan cerita Sampek Eng Tai dan legenda Ular Putih itu didatangi 120 juta wisatawan domestik dan tiga juga wisatawan mancanegara.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kemenpar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*