Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Turunkan Harga Gas Industri

Menperin : Pabrik Gula Terintegrasi Membutuhkan Investasi yang Besar

(Berita Daerah – Jakarta) Kebutuhan gula nasional diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya, salah satu yang menyebabkan peningkatkan tersebut adalah munculnya industri baru. Pada tahun 2017 di prediksikan kebutuhan gula mencapai 5,7 juta ton. Dengan rincian, sebesar 2,8 juta ton untuk kebutuhan konsumsi dan 2,9 juta ton untuk kebutuhan industri. Terkait hal tersebut Kementerian Perindustrian mendorong perkebunan tebu rakyat di luar pulau Jawa untuk menunjang produksi pabrik gula yang terintegrasi.

Mengutip laman kemenperin.go.id, Minggu (14/5), Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menjelaskan, pencanangan swasembada gula sudah dilakukan sejak tahun 2009, namun belum terwujud sampai saat ini, salah satunya disebabkan karena pembangunan pabrik gula yang terintegrasi dengan perkebunan tebu membutuhkan investasi yang besar.

Di sisi lain, insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday yang disediakan untuk pembangunan pabrik gula yang terintegrasi dengan tebu, belum menarik bagi investor. Jadi, Airlangga mengemukakan, tujuan sesungguhnya pemberian fasilitas bahan baku Gula Kristal Mentah (GKM) impor adalah untuk menarik minat investor di bidang industri gula yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, mempercepat pengembangan perkebunan tebu secara bertahap dalam memenuhi kebutuhan bahan baku tebu untuk operasional pabrik serta memaksimalkan utilisasi mesin-mesin pabrik melalui penyediaan bahan baku yang belum semuanya dapat terpenuhi dari perkebunan tebu.

Selain itu, penerima insentif harus merupakan pabrik gula baru yang mempunyai Izin Usaha Industri (IUI) yang diterbitkan setelah tanggal 25 Mei 2010 (setelah Perpres No. 36 Tahun 2010 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal).

Insentif hanya diberikan paling lama 7 tahun bagi pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu yang berada di luar Pulau Jawa; dan paling lama 5 tahun bagi pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu yang berada di Pulau Jawa serta paling lama 3 tahun bagi pabrik gula perluasan yang terintegrasi dengan perkebunan tebu.

Para penerima insentif juga diwajibkan untuk memiliki mesin atau peralatan penggilingan tebu. Mereka juga diwajibkan pengembangkan perkebunan tebu yg trrtuang dalam business plan dan roadmap serta wajib melaporkan progres implementasi business plan dan roadmap Pengembangan perkebunan tebu kepada Direktur Jenderal yang membidangi industri gula paling sedikit setiap 6 bulan sekali.

Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengungkapkan, revitalisasi pabrik gula membutuhkan dana besar dan dapat mencapai Rp 8 triliun.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kemenperin

11 comments

  1. kC8Nyz You are my aspiration, I have few blogs and infrequently run out from post. He who controls the past commands the future. He who commands the future conquers the past. by George Orwell.

  2. This really is the correct blog for anyone who wants to locate out about this topic. You realize so considerably its virtually difficult to argue with you (not that I in fact would want…HaHa). You undoubtedly put a new spin on a subject thats been written about for years. Fantastic stuff, just terrific!

  3. kamagra oral jelly india manufacturer generic apcalis kamagra oral jelly suppliers pakistan sildenafil jelly oral apcalis oral jelly review kamagra oral jelly apotheke kaufen apcalis oral

  4. Illinois Flat Fee MLS Listing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*