Penandatanganan MoU Proyek Pembangunan PLTA 300 MW di Malinau

(Berita Daerah – Kalimantan) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki potensi energy yang cukup besar, sehingga peluang investasi yang masuk dari asingpun tidak menutup kemungkinan akan bertambah banyak.  Seperti yang dikatakan oleh Direksi Hyundai Motor dalam satu pertemuan dengan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie serta jajarannya.   Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) tersebut berminat untuk melakukan investasi dalam rangka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Menterang, Malinau.

Mengutip dari laman kaltaraprov.go.id, Selasa (16/5), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), beserta Wakil Gubernur Kaltara, H Udin Hianggio, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammad Johan Johor Mulyadi yang bertemu dengan perwakilan dari Hyundai Motor telah melakukan pertemuan guna membicarakan kerjasama pembangunan PLTA 300 Megawatt (MW) di Sungai Menterang, Malinau.  Irianto mengatakan bahwa  rencana tahap awal pembangunan di kapasitas 160 sampai 300 MW.

Pada pertemuan tersebut dijelaskan bahwa akan dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding), sementara dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan membaca detail sekaligus melakukan revisi lebih dahulu atas draft MoU, sehingga Gubernur menunda dulu untuk penandatangannya.  Semuanya akan disesuaikan dengan format peraturan yang berlaku di Indonesia maupun di Pemprov Kaltara. Agar MoU nanti lebih bersifat umum seperti yang diinginkan.

Gubernur mengatakan bahwa jajarannya akan secepatnya melakukan revisi atas draft Mou tersebut, dan waktunya hampir 1 minggu ditargetkan akan selesai, sehingga penandatangan Mou ini akan dilakukan di Kementerian ESDM RI.  Dengan disaksikan oleh pejabat kementerian dan juga dari Pihak terkait seperti PT PLN (Persero), supaya aspek legalitasnya jadi kuat. Agar kedepannya diminimalkan kendala legalitas Hyundai untuk pembangunan PLTA tersebut.

Sementara itu, rencana pembangunan PLTA di Sungai Mentarang ini sudah pernah dibahas sebelumnya bersama PT PLN Persero, dimana telah dibahas  sampai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) di Kaltara.  Nantinya PT PLN akan memberi Proyek Listrik dari PLTA Sungai Mentarang ini, karena pembangkit ini merupakan independent Power Plant (IPP).Yang nanti akan dikoneksi dengan transmisi jaringan yang dibangun oleh PLN. Yaitu dari Kaltim – Kaltara, bahkan hingga Nunukan dan Tarakan.

Namun untuk ukuran besarnya investasi yang dibutuhkan mencapai USD 480 juta atau sekitar Rp. 6,24 Triliun (Kurs USD 1 kurang lebih Rp. 13.000). Yakni berasal dari 1 MW nilai investasinya rata-rata  USD 3 juta, sehingga kalau 160 MW, menjadi USD 480.

Lea/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : BD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*