Pemerintah Siapkan Lima Strategi Menghadapi Tantangan Pembangunan Perumahan

(Berita Daerah – Jakarta) Pembangunan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Upaya pemerintah tersebut dapat dilihat dari  5 (lima) strategi yang diambil dalam menghadapi tantangan pembangunan perumahan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lana Winayanti dalam sambutan mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat acara seminar nasional di Jakarta, Selasa (16/5).

Lana Winayanti menyampaikan kelima strategi tersebut dituangkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. “Strategi pertama meliputi reformasi perpajakan, retribusi perizinan daerah, pertanahan dan tata ruang. Sementara strategi kedua yaitu penyempurnaan pola subsidi perumahan”, ujar Lana Winayanti yang dikutip laman pu.go.id, Rabu (17/5).

Adapun tiga strategi lainnya yaitu mendorong adanya insentif perpajakan kepada dunia usaha, pemberian fasilitas kredit mikro perumahandan pemberdayaan masyarakatmelalui bantuan teknis kelompok masyarakat dan terakhir adalah penyediaan perumahan yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat, ungkap Lana Winayanti.

Selanjutnya, Lana Winayanti juga mendorong para stakeholder bidang perumahan untuk selalu mendukung pemerintah pusat dalam membantu MBR memiliki rumah layak huni. “Penyediaan rumah yang dilakukan langsung oleh pemerintah pusat hanya berkisar 10–15% dari target sejuta rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan bantuan pembiayaan perumahan sekitar 35–40% dari total target sejuta rumah per tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan juga sinergitas dari stakeholder yang terlibat yaitu regulator, perbankan, pengembang dan pemerintah daerah agar Program Sejuta Rumah khususnya rumah bagi MBR dapat mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah”, ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.

Terkait dengan bantuan dan kemudahan pembiayaan perumahan bagi MBR, Kementerian PUPR telah mengeluarkan beberapa kebijakan yaitu: KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan SSB (Subsidi Selisih Bunga) dengan bunga terjangkau, SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) untuk MBR, serta penyediaan pokok pinjaman KPR dengan bunga rendah lewat FLPP dan kebebasan menentukan besaran uang muka untuk perbankan. Sedangkan Kementerian Keuangan juga telah menerbitkan Batasan Harga Rumah Sederhana yang dibebaskan dari Pengenanaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Yohan/Journalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : PU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*