Pariwisata NTT Makin Nge-Hits, Presiden Hadir di Sumba, NTT

(Berita Daerah – NTT) Travel+Leisure yang merupakan laman pariwisata internasional telah menempatkan Nihi Sumba Island sebagai World’s Best Hotel Awards 2017. Dengan reputasi Nihi Sumba Island yang sukses mendunia, telah membawa nama Sumba dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Nihi Sumba Island itu berada di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, NTT.

Presiden Joko Widodo hadir dalam event pariwisata di Sumba yakni Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT juga sedang mempersiapkan Tour de Flores 2017, 14-19 Juli nanti, dari Larantuka sampai ke Labuan Bajo.

Disampaikan kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (13/7), Menteri Pariwisata Arief Yahya mengeksplorasi bahwa NTT benar-benar dijadikan New Tourism Territory. Presiden Jokowi memberikan sambutan, dan mengatakan bahwa keunikan budaya merupakan ciri khas sebuah bangsa dan bila dikelola dengan baik akan menjadi keunggulan yang dimiliki Indonesia dibanding bangsa-bangsa lain, terutama di bidang pariwisata. Dengan jumlah suku sebanyak 714 etnis yang tersebar di 17.000 pulau, ini menunjukkan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia.

Dengan keunikan yang sudah ada, agar dikelola dengan baik dan kegiatan promosi dapat dilakukan secara masif dan efektif agar wisatawan berbondong-bondong datang. Keunikan yang dimiliki oleh Pulau Sumba misalnya, adalah kuda Sandelwood yang setiap tahun dipakai untuk parade, dan tak jarang digunakan untuk mas kawin. Keunikan lainnya adalah budaya cium hidung sebagai simbol nafas kehidupan. Menurut Presiden, setiap suku dan daerah memiliki keunikan dan memiliki kelebihannya masing-masing yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Seperti acara Festival Sandelwood dan Kain Tenun Ikat Sumba hari ini. Keduanya adalah contoh nyata, bagaimana alam memberikan sebuah budaya lokal yang menjadi keunggulan dalam pariwisata,” kata Presiden.

Keunikan yang sudah dimiliki oleh Sumba, NTT diharapkan tidak seperti kembang api, menyala terang satu kali tapi langsung redup. Namun harus dibuat secara berkelanjutan, sehingga harus dipikirkan apa yang dapat dilakukan untuk mempertahankan budaya ini agar tingkat kedatangan wisatawan tetap berlangsung meski tidak ada festival.

Kemudian harus dikelola secara modern, banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk promosi, undang para blogger ke Sumba untuk membantu promosi yang ada. Kalau perlu cari sutradara film, baik nasional maupun internasional yang mau produksi filmnya dengan latar belakang keindahan Sumba, supaya NTT makin terkenal di manca negara.

Lea/Jurnalist/BD
Editor : Lenny Ambarita
Image : Kemenpar

2 comments

  1. First off I want to say excellent blog! I had a quick question that I’d like to ask if you don’t mind. I was curious to know how you center yourself and clear your thoughts before writing. I’ve had trouble clearing my thoughts in getting my ideas out there. I do take pleasure in writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes are lost simply just trying to figure out how to begin. Any suggestions or hints? Thank you!

  2. I like the things you fellows are up to. This type of cool work and reporting! Carry on the wonderful work guys, I have incorporated you on my appvn site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*