Keunikan Daerah Harus Disertai Inovasi dan Berkelanjutan

Kata berkelanjutan atau sustainable sudah tidak asing terdengar di telinga kita, sebab bicara keberlanjutan, berarti bicara lahirnya inovasi-inovasi yang terus melahirkan perubahan-perubahan khususnya terkait pada pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.  Dan itu harus dimiliki oleh daerah maupun dunia usaha.  Negara atau daerah perlu menjaga sustainable sebab itulah yang mampu mengukur bahwa negara atau daerah dalam pembangunan terus mengalami kemajuan demi kemajuan.

Indonesia termasuk salah satu negara yang terus mengalami kemajuan di tengah krisis ekonomi yang melanda seluruh dunia.  Dan Indonesia dinilai telah berhasil untuk menunjukkan keberhasilannya, dengan Indonesia menempati peringkat 110 dari 187 negara, dimana Indonesia telah menunjukkan keberhasilannya dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, berdasarkan laporan Indeks Pembangunan Manusia (IMP) 2015.

Hal itu dikatakan dalam satu pertemuan yang saya hadiri dalam jumpa pers di Kementerian Dalam Negeri, yang dihadiri oleh Ir Diah Indrajati, Plt Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah, Dodi Riyadmadji, Plt Kepala BPP, dan Siprianus Bate Soro, Head of Unit Democratic Governance dan Poverty Reduction Unit (DGPRU).

Memang, ada upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yakni dengan program SDGs (Sustainable Development Goals). SDGs sendiri adalah suatu program pembangunan berkelanjutan yang memiliki 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan.  SDGs sendiri baru dimulai di tahun 2015, yang waktu lalu berada dibawah Bappenas, dan Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari lembaga UNDP (Union Nation Development Programme)

SDGs menjadi salah satu fokus pembangunan nasional dalam mendorong pengembangan inovasi sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan public dan daya saing. Maka perlu peran dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yakni pemerintah, parlemen, akademisi, pakar, filantropi, bisnis, organisasi masyarakat setempat, media dan mitra pembangunan internasional sangat dibutuhkan.

Kepala daerah baik kabupaten maupun kota harus mempunyai fokus kemana daerahnya mau dibawa untuk dapat mensejahterakan masyarakat, sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu jalan yang dapat dilakukan adalah melalui inovasi dan target pembangunan. Hal itu tidak mudah karena diperlukan perubahan dari pola pikir “bisnis atau usaha seperti biasa”, dan suatu tekad atau komitmen dalam melakukan inovasi yang menantang pola pikir saat ini serta kerja sama baru di seluruh sektor.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Ir Diah Indrajati, Plt Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah mengatakan setiap daerah harus memfokuskan local wisdom yang ada, karena setiap daerah punya keunikannya masing-masing. Keunikan yang sudah ada, harus dibuat secara berkelanjutan, jangan sampai seperti kembang api, menyala terang satu kali tapi langsung redup, demikian Presiden Jokowi pernah katakan di salah satu daerah Indonesia Timur.

Selain itu, Siprianus Bate Soro – Head of Unit Democratic Governance and Poverty Reduction Unit – UNDP, mengatakan bahwa ada 2 hal yang perlu diingat pada masa global seperti sekarang ini yaitu pertama, tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau “No-one Left Behind” dan kedua, UNDP telah menjadi pilot bagi daerah, dan Riau menjadi salah satu percontohan yang telah melakukan beberapa indikator yang ada. Dan ini akan dicoba dibeberapa daerah lainnya. Daerah yang akan direncanakan UNDP untuk diimplementasikan program tersebut yakni Aceh, Lampung dan Gorontalo.

Sementara bicara mengenai biaya yang diperlukan, pastinya nilainya besar, tetapi untuk pembiayaan program ini dilaksanakan dapat bersumber dari Pemda, Bank Daerah, Swasta, Filantropi serta pihak dari UNDP. Dengan begitu, peluang bagi daerah-daerah yang ingin diterapkan dengan program yang dikeluarkan oleh UNDP akan berpotensi asalkan Kepala Daerah telah miliki local wisdom, atau keunikan daerahnya sehingga berdampak pada peningkatan pembangunan daerah semakin meningkat.

Menurut pendapat saya bahwa kepala daerah memang perlu fokuskan sektor prioritas yang sudah ada sebagai local wisdom,  sehingga timbul berbagai inovasi guna mendorong atau menciptakan berkelanjutan atau sustainable. Dengan begitu, kemajuan demi kemajuan atas sektor tersebut terus meningkat.  Sehingga, pendapatan daerahpun tetap terjaga, bahkan mengalami geliat.

 

 

Penulis Lenny Ambarita adalah Kepala Bidang Pelatihan Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*